FK-KMK UGM. Salah satu dosen Departemen Pendidikan Kedokteran dan Bioetika (DPKB), dr. Siti Rokhmah Projosasmito, MEd(L,P&C), berhasil menyelesaikan Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM dengan mempertahankan disertasi yang berfokus pada pengembangan model pelatihan fasilitator untuk pembelajaran interprofesi berbasis komunitas. Ujian tertutup tersebut dilaksanakan pada 28 Juli 2026.
Pada ujian tersebut, dr. Siti Rokhmah mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pelatihan Fasilitator Longitudinal Community-Based Interprofessional Education pada Program Pendidikan Kedokteran Tahap Sarjana.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran interprofesi yang dilaksanakan secara berkelanjutan di komunitas, sehingga diperlukan fasilitator yang memiliki kompetensi memadai untuk mendampingi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan.
Melalui penelitian tersebut, dikembangkan sebuah model pelatihan fasilitator berdasarkan bukti ilmiah dan kebutuhan nyata para fasilitator di lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan Longitudinal Community-Based Interprofessional Education (LCBIPE), yaitu pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa lintas profesi kesehatan dalam proses belajar bersama masyarakat secara berkesinambungan.
Sebagai luaran penelitian, dr. Siti Rokhmah mengembangkan Model PETA Plus sebagai model faculty development yang dirancang secara komprehensif untuk mendukung pengembangan kapasitas fasilitator. Model ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai institusi pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan dalam menyusun program pelatihan fasilitator yang sistematis, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan implementasi pembelajaran interprofesi berbasis komunitas.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan yang berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan inovasi model pelatihan fasilitator berbasis bukti ilmiah. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan model pendidikan yang inovatif. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan mendorong kolaborasi antardisiplin dalam penyelenggaraan pendidikan profesi kesehatan. (Kontributor: Annisa Nurul Huda).




