Dosen Biokimia FK-KMK UGM Raih Dua Penghargaan Internasional di University of Illinois Urbana Champaign

FK-KMK UGM. Dosen Departemen Biokimia FK-KMK UGM, Abrory Agus Cahya Pramana, mendapatkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih dua penghargaan di University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Penghargaan ini diperoleh melalui partisipasi pada 9th International Symposium on Food Security pada 15-16 April 2026 yang diselenggarakan oleh College of Agricultural, Consumer & Environmental Sciences (ACES) serta 2026 Nutrition Symposium yang digelar oleh Nutrition Graduate Student Association.

Pada forum 9th International Symposium on Food Security, Abrory berhasil meraih penghargaan Graduate Student Lightning Talk Winner melalui presentasi bertajuk “Indonesian Microalgae, Gut Health, and a New Vision for International Food Security”. Dalam pemaparannya, ia mengangkat potensi mikroalga Indonesia sebagai sumber daya hayati yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan global melalui pendekatan kesehatan usus (gut health).

Topik tersebut menyoroti pentingnya integrasi antara kekayaan biodiversitas lokal dengan pendekatan ilmiah modern untuk menjawab tantangan pangan dunia. Melalui riset tersebut, mikroalga Indonesia dipandang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional yang tidak hanya mendukung kecukupan nutrisi, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan manusia secara lebih luas.

Selain penghargaan tersebut, Abrory juga meraih Best Student Poster Presentation pada 2026 Nutrition Symposium. Penghargaan ini diperoleh melalui poster penelitian berjudul “Gut Metabolites Indole-3-Carboxaldehyde (ICA) Upregulates p27 Protein Level: An In Vitro Study Using Colon Cancer Cell Line”.

Penelitian tersebut mengkaji peran metabolit usus, khususnya indole-3-carboxaldehyde (ICA), terhadap peningkatan ekspresi protein p27 yang berfungsi dalam pengendalian siklus sel menggunakan model sel kanker kolon secara in vitro. Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan strategi pencegahan maupun terapi kanker kolon melalui pendekatan berbasis metabolit yang dihasilkan mikrobiota usus.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan riset ketahanan pangan berbasis sumber daya hayati lokal, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan penelitian yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, dan inovasi terapi berbasis ilmu biomedis, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas akademik dan penelitian berdaya saing global,  SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi kesehatan. (Kontributor: Abrory Cahya Purnama).