FK-KMK UGM — Dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, Departemen Obstetri dan Ginekologi (Obgin) FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan ultrasonografi (USG) gratis disertai edukasi kehamilan bagi masyarakat Jetis, Bantul (22/4/2026). Acara dilaksanakan di Puskesmas Jetis 2 Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kualitas kesehatan ibu dan anak, khususnya di kalangan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Sebanyak 26 pasien yang mengikuti pemeriksaan. Program ini melibatkan dosen, mahasiswa, serta tenaga kesehatan profesional seperti dokter dan bidan. Mereka berkolaborasi memberikan layanan pemeriksaan USG kepada ibu hamil guna memantau perkembangan janin, mendeteksi potensi risiko kehamilan sejak dini, serta memberikan rasa aman bagi calon ibu.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh trainee dr. Endah Rahmawati, MA, PhD, Sp.O.G bersama tim dokter antara lain dr. Dinar Sandi Aji, dr. Navilah Hidayati, dr. Milka Kagoya, dan dr. Nindy Pratami Husain. Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan meningkatnya kesadaran ibu hamil akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala. Banyak peserta yang mengaku baru pertama kali mendapatkan pemeriksaan USG, sekaligus memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum mereka pahami.
Selain itu, edukasi terkait pola hidup sehat selama kehamilan, pentingnya pemeriksaan rutin, serta tanda bahaya kehamilan juga disampaikan secara langsung dan komunikatif. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa di bidang kesehatan. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga meningkatkan empati sosial serta kemampuan komunikasi dengan masyarakat.
Dalam aspek penelitian, data yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi dasar untuk kajian lebih lanjut terkait kondisi kesehatan ibu hamil di masyarakat, termasuk faktor risiko yang sering terjadi. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi dalam penyusunan kebijakan maupun program kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 :Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan meningkatkan kesehatan ibu dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui layanan kesehatan yang berkualitas. Selain itu, program ini juga mendorong pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi kesehatan yang penting bagi ibu hamil agar lebih sadar dan responsif terhadap kondisi kehamilan, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil di tingkat pelayanan primer.
Perguruan tinggi sebagai agen perubahan diharapkan terus berperan aktif dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui sinergi antara dunia akademik dan tenaga kesehatan yang juga mendukung tercapainya SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak, dapat terwujud secara berkelanjutan.




