Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM Kembangkan Pembelajaran Aplikatif dalam Pelatihan Teknik Stereologi

FK-KMK UGM.  Departemen Histologi dan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Pelatihan Teknik Stereologi tahun 2026 sebagai bagian dari kursus Analisis Kualitatif dan Kuantitatif pada sediaan histologi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam teknik pengambilan sampel jaringan yang akurat dan representatif guna mendukung penelitian berbasis jaringan yang berkualitas. Pelatihan ini menghadirkan pendekatan praktikum inovatif yang memungkinkan peserta memahami konsep sekaligus praktik secara langsung dalam konteks penelitian nyata.

Dalam pelatihan ini, pengambilan sampel acak sistematik (systematic uniform random sampling) menjadi fokus utama sebagai metode penting dalam menghasilkan data yang valid dan tidak bias. Pendekatan ini memastikan setiap bagian jaringan memiliki peluang yang sama untuk dianalisis, sehingga mampu meminimalkan bias seleksi yang kerap terjadi dalam penelitian histologi. Hal ini menjadi krusial dalam studi stereologi, khususnya pada penelitian hewan coba, karena berkaitan langsung dengan akurasi estimasi parameter seperti jumlah sel, volume jaringan, panjang, hingga luas struktur biologis.

Inovasi pada pelatihan tahun ini terletak pada penerapan langsung metode sampling pada organ hepar dan lien tikus, berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang masih menggunakan media sederhana. Dengan pendekatan ini, peserta memperoleh pengalaman yang lebih aplikatif dan mendekati kondisi penelitian sesungguhnya. Selain itu, metode smooth fractionator turut diperkenalkan sebagai teknik efisien dalam melakukan estimasi kuantitatif tanpa harus menghitung seluruh populasi sel, sehingga meningkatkan efisiensi kerja penelitian.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam praktikum yang dikemas secara interaktif. Kombinasi metode ceramah, latihan berbasis kertas, serta penggunaan perangkat lunak ImageJ-FIJI membantu peserta memahami alur kerja analisis secara menyeluruh. Suasana pembelajaran yang komunikatif dan fasilitatif turut mendukung keterlibatan aktif peserta dalam setiap sesi.

Menariknya, dalam sesi diskusi muncul refleksi kritis dari peserta terkait praktik pengambilan sampel yang selama ini cenderung subjektif. Beberapa peserta mengakui bahwa pemilihan area jaringan sering kali hanya berfokus pada bagian yang dianggap “paling baik”, sehingga berpotensi menghasilkan data yang tidak representatif. Diskusi ini menegaskan pentingnya penerapan metode sampling acak sistematik untuk memastikan hasil penelitian benar-benar mencerminkan kondisi jaringan secara utuh dan ilmiah.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini dinilai berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap teknik stereologi. Materi yang disampaikan dinilai terstruktur dan mudah dipahami, sementara sesi praktikum menjadi komponen paling menarik karena memberikan pengalaman langsung. Meskipun demikian, peserta juga memberikan masukan terkait perlunya penambahan waktu agar eksplorasi materi dapat dilakukan lebih mendalam.

Kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDG 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan yang interaktif, aplikatif, dan berbasis ilmiah guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset kesehatan. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini juga memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Kontributor: Rina Susilowati).