Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM Perkuat Kompetensi Evaluator BPOM melalui Pelatihan BEYOND

FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi turut berkontribusi sebagai fasilitator dalam Pelatihan Khasiat dan Keamanan Obat BEYOND (Building Evidence for Yielding Optimal Newcancer Drugs) bagi evaluator Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas evaluator dalam menilai aspek khasiat dan keamanan obat berbasis bukti ilmiah, khususnya obat antikanker, sebagai bagian dari proses registrasi obat. Pelatihan dilaksanakan di Jakarta selama tiga hari, yaitu pada 26–27 Agustus dan 31 Agustus 2026.

Peserta pelatihan berasal dari Direktorat Registrasi Obat, Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, serta Direktorat Standar Obat dan Kosmetik BPOM RI. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran dan diskusi untuk memperdalam pemahaman evaluator terhadap berbagai bukti ilmiah yang digunakan dalam proses penilaian obat.

Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM diwakili oleh tiga fasilitator, yaitu Prof. Dr. apt. Sri Suryawati, M.Kes., Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., dan apt. Firda Ridhayani, M.Clin.Pharm. Ketiganya terlibat dalam penyampaian materi sekaligus memfasilitasi diskusi mengenai penilaian khasiat dan keamanan obat.

Materi pelatihan mencakup penilaian hasil uji klinik, penilaian informasi produk dan label, serta pedoman penilaian khasiat dan keamanan obat antikanker pada populasi khusus. Berbagai materi tersebut memberikan penguatan bagi evaluator dalam memahami dan menginterpretasikan data ilmiah sebelum digunakan sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan regulatori.

Peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan evaluasi obat, termasuk tantangan dalam menilai obat antikanker serta pertimbangan penggunaannya pada populasi khusus. Proses pembelajaran melalui pemaparan materi dan diskusi membantu menghubungkan aspek ilmiah dengan kebutuhan evaluasi dalam konteks regulasi obat.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Dra. Tri Asti Isnariani, Apt., M.Pharm. Keterlibatan akademisi dalam pelatihan tersebut memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan regulator dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang evaluasi obat.

Bagi Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM, keterlibatan sebagai fasilitator menjadi salah satu bentuk kontribusi keilmuan dalam mendukung penerapan evidence-based regulatory science. Pengetahuan dan pengalaman akademik yang dibagikan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses interpretasi bukti ilmiah, terutama dalam menilai manfaat dan keamanan obat sebelum digunakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan penilaian keamanan dan khasiat obat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi evaluator. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan bukti ilmiah dalam regulasi obat. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi akademik dan regulator. (Kontributor: Firda Ridhayani).