FK-KMK UGM. Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi (DV) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, dr. Dwi Retno Adi Winarni, Sp.D.V.E., Subsp.D.K.E., berpartisipasi dalam dua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan kesehatan mental masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas disiplin dengan berbagai kelompok staf medis dan menyasar kelompok remaja serta ibu hamil sebagai sasaran utama intervensi.
Kegiatan pertama bertajuk “Optimalisasi Kader Siswa sebagai Agen Sebaya dalam Pencegahan Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) melalui Art Therapy dan Dukungan Teman Sebaya” diselenggarakan pada Jumat, 10 April 2026 di SMK Citra Medika, Magelang. Selanjutnya, kegiatan kedua bertajuk “Efektivitas Kelas Ayah Sayang Ibu Hamil (KASIH) dan Dukungan Sosial Religius Suami terhadap Depresi Wanita Hamil” dilaksanakan pada 18 April 2026 di wilayah kerja Puskesmas Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada kegiatan di lingkungan sekolah, program difokuskan pada penguatan kapasitas siswa sebagai peer agent atau agen sebaya dalam mencegah perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI). Pendekatan dilakukan melalui edukasi kesehatan mental, pemanfaatan art therapy, serta penguatan dukungan antarteman sebaya. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan sensitivitas siswa dalam mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif.
Sementara itu, kegiatan di wilayah Puskesmas Pakem menitikberatkan pada pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan mental ibu hamil. Program Kelas Ayah Sayang Ibu Hamil (KASIH) dikembangkan untuk meningkatkan keterlibatan suami melalui edukasi serta penguatan dukungan sosial religius sebagai upaya pencegahan depresi pada masa kehamilan.
Intervensi ini menjadi penting mengingat kesehatan mental ibu hamil memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan ibu maupun perkembangan janin. Dukungan emosional dan sosial dari keluarga dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang dapat membantu menurunkan risiko gangguan psikologis selama kehamilan.
Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kesehatan mental remaja dan ibu hamil, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendukung kesehatan mental di lingkungan sekolah dan keluarga, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi multidisiplin antara berbagai bidang ilmu kesehatan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat. (Kontributor: Nur Aida Oktasari, Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi).




