Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM Dorong Pemanfaatan Teledermatologi

FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi berkontribusi dalam Workshop Teledermatologi untuk Dokter Umum, Perawat, dan Laboran guna memperkuat pemahaman serta keterampilan tenaga kesehatan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pelayanan kesehatan kulit. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026, di Gedung Tahir Utara FK-KMK UGM.

Workshop tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM, yaitu Prof. Dr. med. dr. Retno Danarti, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.; dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., Ph.D.; serta dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.Ven. Ketiganya berbagi pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing untuk memperluas pemahaman peserta mengenai penerapan teledermatologi dalam pelayanan kesehatan.

Teledermatologi merupakan pemanfaatan teknologi komunikasi digital untuk mendukung konsultasi dan penilaian kondisi kulit dari jarak jauh. Pendekatan ini dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh masukan klinis ketika menghadapi kasus dermatologi, termasuk dalam menentukan kebutuhan pemeriksaan atau rujukan lebih lanjut.

Dalam praktiknya, pengenalan kondisi kulit dan penentuan langkah penanganan yang tepat membutuhkan pemahaman klinis serta kemampuan mengenali tanda-tanda yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Karena itu, peningkatan kapasitas dokter umum, perawat, dan laboran menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan teledermatologi.

Kegiatan ini juga menyoroti potensi teknologi digital dalam menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan kulit dengan ketersediaan layanan spesialistik. Teledermatologi dapat menjadi salah satu pendekatan pendukung, khususnya ketika pasien atau fasilitas pelayanan kesehatan menghadapi kendala untuk memperoleh konsultasi secara langsung.

Melalui workshop ini, tenaga kesehatan diharapkan semakin siap memanfaatkan perkembangan teknologi dalam praktik pelayanan sehari-hari. Penguatan kompetensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap perangkat digital, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh ke dalam proses penilaian klinis dan tindak lanjut pasien.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan layanan kesehatan. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).