FK-KMK UGM. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Rapat Tahunan Departemen yang berlangsung secara hybrid di Hotel De Djokja, Yogyakarta, pada 17 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh staf konsulen anestesiologi dari RSUP Dr. Sardjito dan berbagai rumah sakit jejaring, serta tenaga kependidikan departemen. Rapat tahunan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja, memperkuat program pendidikan, mengembangkan riset, serta menyusun arah pengembangan departemen dalam mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran spesialis.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-KMK UGM, Prof. dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Sp.An-TI, Subsp.An.P(K), Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Yunita memaparkan Target Capaian Kinerja (TCK) departemen yang menjadi pedoman dalam pengembangan berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pelayanan, hingga pengabdian kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut juga dibahas penguatan peran Person in Charge (PIC) untuk program pendidikan, penelitian, inovasi, pelatihan, dan pengabdian masyarakat guna mendukung efektivitas pelaksanaan program kerja departemen.
Sesi pertama rapat difokuskan pada laporan dan evaluasi program pendidikan. Para koordinator pendidikan dokter sarjana, pendidikan profesi, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tahap 1, serta PPDS tahap 2 memaparkan perkembangan dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program. Berbagai isu strategis menjadi perhatian bersama, termasuk evaluasi metode pembelajaran dan asesmen, seperti mini-Clinical Evaluation Exercise (mini-CEX), Direct Observation of Procedural Skills (DOPS), dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Selain itu, dilakukan pembahasan mengenai penyesuaian kurikulum PPDS-1 agar tetap selaras dengan Standar Nasional Pendidikan serta perkembangan kompetensi terkini yang dibutuhkan dalam dunia anestesiologi dan terapi intensif.
Salah satu agenda penting yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Anestesi. Sistem berbasis web ini dirancang sebagai sarana pendukung proses pendidikan digital yang terintegrasi. Melalui SIM Anestesi, proses pemantauan aktivitas akademik peserta didik dapat dilakukan secara lebih efektif, mulai dari pencatatan kasus pasien, pelaporan tindakan preoperatif, intraoperatif, dan postoperatif, hingga monitoring tugas ilmiah seperti referat, laporan kasus, tesis, proses bimbingan, dan ujian semester. Pengembangan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dokumentasi pendidikan sekaligus memperkuat komunikasi antara peserta didik dan staf pengajar.
Pada sesi berikutnya, para PIC mempresentasikan capaian dan rencana pengembangan di bidang pendidikan, penelitian, inovasi dan pelatihan, serta pengabdian kepada masyarakat. Salah satu gagasan strategis yang mengemuka adalah pembentukan Anesthesia Research Center (ARC). Pusat riset ini dirancang sebagai wadah pengembangan penelitian anestesiologi dan terapi intensif yang terintegrasi, termasuk penguatan registry penelitian, kolaborasi multidisiplin, serta peningkatan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan mutu pelayanan anestesiologi dan terapi intensif berbasis pendidikan, penelitian, dan inovasi. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui evaluasi serta pengembangan sistem pendidikan dokter spesialis yang berkelanjutan dan adaptif. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan SIM Anestesi dan rencana pembentukan Anesthesia Research Center sebagai pusat inovasi dan penguatan infrastruktur riset kesehatan. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, rumah sakit jejaring, serta berbagai mitra akademik dan pelayanan kesehatan. (Kontributor: Irham H, Gilar P, Nashirudin, Hendro).




