Departemen Anatomi dan Fisiologi FK-KMK UGM Dorong Deteksi Dini Sindrom Metabolik bagi Pra Lansia dan Lansia

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pencegahan Sindrom Metabolik Secara Berkelanjutan pada Masyarakat Pra-Lansia dan Lansia melalui Deteksi Faktor Risiko, Edukasi Hidup Sehat, dan Pemberdayaan Kader” melalui kolaborasi Departemen Anatomi dan Departemen Fisiologi. Kegiatan yang dilaksanakan di Dusun Sedan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Minggu, 2 Agustus 2026, ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini sindrom metabolik sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan serta pemberdayaan kader.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta sebelum memasuki sesi edukasi kesehatan yang disampaikan oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D. Dalam pemaparannya, peserta memperoleh penjelasan mengenai sindrom metabolik, faktor-faktor risiko yang memengaruhi kejadiannya, serta pentingnya menerapkan gaya hidup sehat sejak usia pra-lansia. Materi yang diberikan juga menekankan bahwa perubahan pola hidup sederhana, seperti menjaga pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dapat berkontribusi besar dalam menurunkan risiko penyakit tidak menular.

Usai sesi edukasi, peserta mengikuti pemeriksaan antropometri sebagai bagian dari proses skrining faktor risiko sindrom metabolik. Tim pengabdian juga menyediakan berbagai pemeriksaan kesehatan dasar untuk membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan masyarakat secara dini. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi tim dalam memberikan edukasi yang lebih personal sesuai kondisi masing-masing peserta, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan faktor risiko penyakit.

Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi yang meliputi obesitas sentral, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang meningkat, serta gangguan metabolisme lemak. Kondisi tersebut diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, hingga berbagai komplikasi kesehatan lainnya apabila tidak ditangani sejak dini. Oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif menjadi strategi penting dalam menjaga kualitas hidup, terutama bagi kelompok pra-lansia dan lansia yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit tidak menular.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan layanan promotif, preventif, dan deteksi dini penyakit tidak menular. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui edukasi kesehatan serta penguatan kapasitas kader kesehatan masyarakat. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan didukung dengan memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan layanan kesehatan preventif, khususnya bagi kelompok pra-lansia dan lansia. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi lintas departemen di FK-KMK UGM bersama masyarakat dalam membangun program kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Yusuf Choirul).