FK-KMK UGM. Learning Resources and Innovation Development Unit (LERES) menyelenggarakan Kompetisi Video Gagasan Penelitian Kreatif dan Inovatif dalam rangka Health Research and Innovation Expo (HRIE) 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Raya Medika 2026 ini berlangsung pada 25–26 September 2026 di FK-KMK UGM dan diikuti oleh mahasiswa yang ingin menyampaikan gagasan penelitian melalui media video. Dalam kompetisi tersebut, empat mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Biomedik (MIB) FK-KMK UGM berhasil meraih juara melalui gagasan penelitian yang mengangkat beragam pendekatan inovatif di bidang kesehatan dan biomedik.
Empat mahasiswa MIB FK-KMK UGM yang meraih prestasi dalam kompetisi ini adalah Khairatul Fithriyah melalui gagasan berjudul “Beyond Blood Glucose: Exploring hUC-MSCs for Diabetic Cardiac Fibrosis”. Karya tersebut mengangkat potensi sel punca mesenkimal yang berasal dari tali pusat manusia atau human umbilical cord-derived mesenchymal stem cells (hUC-MSCs) dalam kajian fibrosis jantung yang berkaitan dengan diabetes.
Prestasi berikutnya diraih Trita Rahmanti melalui gagasan “Pesan Kecil dari Sel Punca untuk Paru yang Terluka oleh Diabetes”. Judul tersebut mengangkat perhatian terhadap potensi pendekatan berbasis sel punca dalam penelitian mengenai dampak diabetes pada jaringan paru. Penyampaian gagasan melalui video memberikan ruang untuk memperkenalkan topik biomedik yang kompleks dengan pendekatan komunikasi yang lebih dekat kepada audiens.
Yogi Misbahun Nur juga berhasil meraih juara melalui gagasan “Exercise as Medicine: Reversing Endothelial Dysfunction and Cardiac Perivascular Fibrosis”. Penelitian yang diusulkan menyoroti aktivitas fisik sebagai pendekatan yang dikaji dalam kaitannya dengan disfungsi endotel dan fibrosis perivaskular jantung. Sementara itu, Arsya Fathinka mengangkat gagasan berjudul “Effect of hUCMSC-EVs on Skeletal Muscle Atrophy via Antioxidant Biomarkers, Protein Degradation, and Cross-Sectional Area”. Topik tersebut berfokus pada kajian vesikel ekstraseluler yang berasal dari sel punca mesenkimal tali pusat manusia atau hUCMSC-EVs, serta kaitannya dengan atrofi otot rangka melalui sejumlah indikator biologis.
Keempat gagasan tersebut memperlihatkan keragaman tema penelitian yang dikembangkan mahasiswa MIB FK-KMK UGM. Mulai dari pemanfaatan sel punca dan vesikel ekstraseluler hingga pendekatan aktivitas fisik, seluruhnya menunjukkan perhatian terhadap pengembangan pengetahuan mengenai mekanisme penyakit dan kemungkinan strategi penanganannya. Meski berangkat dari fokus yang berbeda, gagasan tersebut sama-sama menempatkan penelitian biomedik sebagai salah satu landasan untuk memahami persoalan kesehatan secara lebih mendalam.
Pencapaian ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan gagasan penelitian yang berkaitan dengan persoalan kesehatan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi akademik dan kreativitas mahasiswa. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui dorongan terhadap pengembangan gagasan inovatif di bidang sains dan teknologi kesehatan. (Kontributor: Dina Laksita).



