FK-KMK UGM. Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM., AIFO-K., dosen Departemen Fisiologi, menjadi narasumber dalam kegiatan Ekspose Monitoring dan Evaluasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah DIY melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah DIY ini berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Ruang Rapat Bimasena, Paniradya Kaistimewan, Kantor Gubernur DIY.
Kegiatan ini memiliki arti penting seiring berakhirnya Rencana Aksi Daerah (RAD) GERMAS periode 2021–2025 dan persiapan penyusunan arah pelaksanaan RAD GERMAS DIY periode 2027–2032. Evaluasi diperlukan untuk melihat sejauh mana program yang telah dijalankan mencapai sasaran, mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala, serta merumuskan perbaikan yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan selanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Denny menyampaikan materi berjudul “Efektivitas Implementasi GERMAS: Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor dan Strategi Keberlanjutan”. Ia menekankan bahwa keberhasilan GERMAS tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana. Evaluasi juga perlu memperhatikan jangkauan sasaran, perubahan perilaku masyarakat, perkembangan faktor risiko penyakit, serta dampak terhadap kualitas hidup. Penilaian yang menyeluruh diperlukan agar pelaksanaan program dapat dibedakan dari hasil nyata yang ingin dicapai.
Prof. Denny menjelaskan bahwa GERMAS mencakup lima klaster utama, yaitu aktivitas fisik, konsumsi pangan sehat dan bergizi, lingkungan sehat, deteksi dini penyakit, serta edukasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kelima klaster tersebut saling berkaitan dalam mendukung upaya pencegahan penyakit, terutama penyakit tidak menular (PTM). Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan konsumsi buah serta sayur, misalnya, dapat membantu mengendalikan tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan faktor risiko metabolik lainnya.
Untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program, evaluasi perlu membandingkan target yang telah ditetapkan dengan realisasi kegiatan yang terverifikasi, perubahan perilaku, hasil kesehatan, dan keberlanjutan program. Menurut paparan tersebut, terlaksananya suatu kegiatan belum otomatis menunjukkan adanya perubahan perilaku atau perbaikan kondisi kesehatan masyarakat. Penilaian juga perlu mempertimbangkan kondisi awal, faktor lain yang memengaruhi kesehatan, serta jeda waktu antara pelaksanaan intervensi dan munculnya dampak.
Prof. Denny menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan GERMAS. Upaya membangun kebiasaan hidup sehat tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan institusi pendidikan, keluarga, komunitas, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan. Lingkungan yang mendukung, pemantauan yang berkelanjutan, serta pemanfaatan data yang saling terhubung diperlukan agar perilaku hidup sehat dapat menjadi bagian dari rutinitas masyarakat.
Kampanye kesehatan juga perlu dikembangkan menjadi program yang terstruktur dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat atau berbasis acara. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan bahwa pesan kesehatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan didukung oleh kebijakan maupun lingkungan yang memadai.
Melalui paparan dan diskusi dalam Ekspose Monitoring dan Evaluasi GERMAS DIY, berbagai pemangku kepentingan diharapkan memperoleh masukan untuk memperkuat koordinasi, mengenali tantangan implementasi, dan menyempurnakan RAD GERMAS DIY periode 2027–2032. Keterlibatan akademisi dalam forum ini juga membuka ruang bagi pemanfaatan pengetahuan ilmiah dalam proses evaluasi dan perumusan strategi kesehatan daerah.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya promotif dan preventif serta pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, sektor kesehatan, institusi pendidikan, dan komunitas. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).



