Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM Kembangkan Budaya Akademik melalui Lomba Presentasi Oral PIT XXI PERDOSKI 2026

FK-KMK UGM. Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi berpartisipasi dalam Lomba Presentasi Oral Kategori Sp.D.V.E. pada rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis–Jumat, 6–7 Agustus 2026, di Marriott Hotel Yogyakarta ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mempresentasikan karya ilmiah, mengembangkan kemampuan komunikasi akademik, serta bertukar pengetahuan dengan profesional di bidang dermatologi, venereologi, dan estetika.

Empat staf Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM yang mengikuti kegiatan tersebut adalah dr. Tuntas Rayinda, M.Sc., Sp.D.V.E., Ph.D.; dr. Shinta Trilaksmi Dewi, Ph.D., Sp.D.V.E.; dr. Alessandro Alfieri, M.Med.Sc., Sp.D.V.E.; dan dr. Adissa Tiara Yulinvia, M.Sc., Sp.D.V.E. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan staf akademik dalam forum ilmiah nasional sekaligus mendukung pengembangan kapasitas profesional di bidangnya.

Lomba presentasi oral memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan hasil penelitian dan gagasan ilmiah secara langsung di hadapan forum akademik. Dalam proses tersebut, peserta perlu menyusun materi secara sistematis, menjelaskan substansi penelitian dengan jelas, serta mengomunikasikan temuan dan pemikiran berdasarkan landasan ilmiah.

Selain menjadi sarana untuk mempresentasikan karya ilmiah, forum ini juga membuka kesempatan untuk bertukar perspektif dengan sesama profesional. Interaksi dalam pertemuan ilmiah dapat memperluas wawasan mengenai perkembangan ilmu dermatologi, venereologi, dan estetika, sekaligus mendorong peserta untuk terus mengikuti kemajuan penelitian di bidang tersebut.

Partisipasi staf Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM dalam PIT XXI PERDOSKI 2026 mencerminkan pentingnya keterlibatan aktif sivitas akademika dalam kegiatan ilmiah. Pengembangan kompetensi tidak hanya berlangsung melalui aktivitas pendidikan formal, tetapi juga melalui presentasi penelitian, diskusi profesional, dan interaksi dengan komunitas keilmuan. Kesempatan tersebut dapat membantu staf memperkuat keterampilan komunikasi ilmiah sekaligus menjaga keterhubungan dengan perkembangan pengetahuan di bidang dermatologi dan venereologi.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kompetensi akademik, komunikasi ilmiah, dan pembelajaran sepanjang hayat. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).