Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM Gelar Diskusi Klinis Bersama Profesor dari Nanyang Technological University

FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi kembali menyelenggarakan Dermatology Grand Round with Professor Maurice van Steensel secara daring untuk memperkuat pembelajaran klinis dan pertukaran pengetahuan di bidang dermatologi dan venereologi. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026 ini menghadirkan Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E., Subsp.D.T. sebagai moderator dan Prof. Maurice van Steensel, M.D., Ph.D. dari Nanyang Technological University sebagai guest moderator.

Pelaksanaan kegiatan secara daring membuka kesempatan bagi peserta untuk mengikuti diskusi ilmiah tanpa terbatas oleh jarak. Melalui interaksi dengan narasumber, peserta dapat memperdalam pemahaman mengenai perkembangan ilmu dermatologi dan venereologi dari perspektif akademik maupun klinis.

Kehadiran Prof. Maurice van Steensel memberikan perspektif internasional dalam forum tersebut. Pertukaran gagasan antara akademisi dan klinisi menjadi bagian penting dari proses pembelajaran, terutama dalam bidang kesehatan yang terus berkembang seiring dengan kemajuan penelitian dan teknologi. Sementara itu, peran Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono sebagai moderator membantu mengarahkan jalannya diskusi agar pembahasan berlangsung terstruktur dan memberi ruang bagi pertukaran pandangan.

Penyelenggaraan Dermatology Grand Round bersama profesor dari institusi internasional juga mencerminkan upaya Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM dalam memperluas ruang pembelajaran dan kerja sama akademik lintas negara. Interaksi dengan pakar internasional dapat memperkaya pengalaman akademik sivitas fakultas, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dan penelitian.

Penguatan jejaring akademik menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan ilmu kedokteran. Melalui forum yang mempertemukan perspektif dari berbagai institusi, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih terbuka dan dinamis. Kolaborasi tersebut juga berpotensi mendukung pengembangan kegiatan akademik yang menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan berbasis bukti ilmiah.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam bidang dermatologi dan venereologi. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran kedokteran yang berkelanjutan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kolaborasi akademik internasional. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).