FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi berpartisipasi dalam Lomba Presentasi Poster pada Simposium Leprosy Prevention and Integrated Management Approach (LEPRIMA) 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Leprosy in the Modern World: From Science to Stigma” ini diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, di Harris Hotel & Convention Bogor. Lima residen Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM mengikuti ajang tersebut dalam pengembangan penelitian dan keilmuan di bidang dermatologi, venereologi, dan estetika.
Kelima residen yang mengikuti kegiatan tersebut adalah dr. Adisty Ridha Damasuri, dr. Dyah Isnani Fitriana, dr. Okta Adinanto Prabowo, dr. Paulina Astri Utami, dan dr. Wega Wisesa Setiabudi. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiah sekaligus bertukar pengetahuan dengan peserta lain dalam forum ilmiah nasional. Melalui kegiatan ini, para residen dapat mengembangkan kemampuan menyampaikan hasil penelitian, membangun argumentasi ilmiah, serta memperluas wawasan mengenai perkembangan ilmu dan penanganan penyakit kulit.
Prestasi membanggakan diraih oleh dr. Paulina Astri Utami yang memperoleh Juara 1 pada kategori Laporan Kasus. Sementara itu, dr. Dyah Isnani Fitriana berhasil meraih Juara 3 pada kategori Penelitian. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi residen dalam menghasilkan dan mempresentasikan karya ilmiah yang dinilai dalam kompetisi tersebut.
Lomba presentasi poster menjadi salah satu ruang bagi peserta untuk menyampaikan hasil penelitian maupun pengalaman klinis secara terstruktur dan berbasis bukti. Dalam pendidikan dokter spesialis, kemampuan tersebut penting karena mendukung pengembangan keterampilan akademik, penalaran ilmiah, dan komunikasi hasil kajian kepada komunitas profesional.
Tema LEPRIMA 2026 turut mengangkat pentingnya penanganan kusta dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan persoalan stigma. Kusta tidak hanya berkaitan dengan aspek klinis, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap pemahaman masyarakat dan dampak stigma terhadap orang yang mengalaminya. Karena itu, pengembangan pengetahuan melalui forum ilmiah menjadi bagian penting dalam mendukung pendekatan penanganan yang lebih menyeluruh.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan pengetahuan yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini sesuai dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi akademik, penelitian, dan pembelajaran berbasis ilmiah. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).




