FK-KMK UGM. Empat staf Departemen Dermatologi dan Venereologi berpartisipasi dalam Webinar Nasional Pra-PIT XXI PERDOSKI 2026 bertajuk “Dermatology for the Frontliners: Innovations and Best Practices in Dermatological Care”. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring pada Minggu, 26 Juli 2026, ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam penanganan penyakit kulit di pelayanan kesehatan primer.
Empat staf Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM yang terlibat dalam kegiatan ini adalah dr. Tuntas Rayinda, M.Sc., Sp.D.V.E., Ph.D., dr. Dyahlokita Swastyastu, M.Med.Sc., Sp.D.V.E., dr. Adissa Tiara Yulinvia, M.Sc., Sp.D.V.E., dan dr. Farisa Anggreana, M.Med.Sc., Sp.D.V.E. Mereka berkontribusi dalam sejumlah sesi, baik sebagai moderator maupun narasumber. Keterlibatan tersebut menunjukkan peran staf akademik dalam mendukung penyebaran pengetahuan klinis sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di tingkat pelayanan primer.
Pada sesi pertama, dr. Farisa Anggreana bertindak sebagai moderator dalam pembahasan “Triage di Pelayanan Primer: Ruam Umum vs Ruam Berisiko Tinggi”. Sesi ini mengangkat pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dalam membedakan ruam yang umum ditemukan dari kondisi kulit yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Ketepatan dalam melakukan triase menjadi bagian penting dari proses pelayanan karena membantu menentukan prioritas penanganan dan kebutuhan tindak lanjut pasien.
Selanjutnya, dr. Tuntas Rayinda memoderatori sesi “Kulit Sehat Ibu dan Bayi: Pendekatan Menyeluruh di Pelayanan Primer”. Pembahasan ini menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif terhadap kesehatan kulit pada kelompok ibu dan anak. Pengetahuan mengenai masalah kulit pada kedua kelompok tersebut menjadi bekal bagi tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dan penanganan awal sesuai kebutuhan pasien di layanan primer.
Pada sesi ketiga, dr. Dyahlokita Swastyastu memandu diskusi bertajuk “Waspada Wabah: Kesiapsiagaan terhadap Penyakit Kulit Menular”. Sesi ini menempatkan kesiapsiagaan sebagai salah satu aspek penting dalam menghadapi penyakit kulit menular. Kemampuan mengenali gejala, memahami potensi penularan, serta mengambil langkah awal yang sesuai dapat membantu tenaga kesehatan merespons kasus secara lebih terarah.
Sementara itu, dr. Adissa Tiara Yulinvia hadir sebagai narasumber dengan materi “Deteksi Dini dan Penatalaksanaan Awal Kasus Wabah Penyakit Kulit di Layanan Primer”. Materi tersebut melengkapi pembahasan mengenai kesiapsiagaan dengan menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan awal. Dalam praktik pelayanan primer, pengenalan kasus secara tepat menjadi langkah penting untuk menentukan penatalaksanaan berikutnya dan kebutuhan rujukan apabila diperlukan.
Beragam topik yang dibahas dalam webinar ini memperlihatkan bahwa pelayanan dermatologi di tingkat primer membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengenali gejala. Tenaga kesehatan juga perlu memahami penentuan prioritas kasus, pendekatan sesuai kelompok pasien, serta langkah awal dalam menghadapi penyakit kulit yang berpotensi menular.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani masalah kulit. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kompetensi berkelanjutan dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarprofesi dan institusi dalam kegiatan ilmiah. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).




