FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi menyelenggarakan pelatihan Basic Surgical Skills 1 (BSS 1) bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi. Kegiatan ini berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Hotel Grand Serela Yogyakarta sebagai upaya memperkuat keterampilan bedah dasar peserta didik melalui pembelajaran teori, praktik terarah, dan evaluasi kompetensi.
Pelatihan dipimpin oleh Direktur Pelatihan Kolegium, Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.O.G., Subsp.Obginsos, MARS, MSc, FISQua, AIFO-K, dengan Dr. dr. Moh. Nailul Fahmi, Sp.O.G., Subsp.Onk. sebagai Ketua Pelaksana. Kegiatan ini melibatkan instruktur dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Diponegoro (UNDIP), serta instruktur magang dari Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Selama tiga hari, peserta mengikuti pembelajaran yang disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan prinsip dasar pembedahan hingga keterampilan yang lebih spesifik. Pada hari pertama, materi meliputi etika pembedahan, prinsip pencegahan infeksi, pengenalan jarum dan benang bedah, penggunaan instrumen bedah, teknik pembuatan simpul, insisi, serta berbagai teknik penjahitan.
Memasuki hari kedua, peserta mempelajari teknik hemostasis dan diseksi tajam, reparasi dan anastomosis cedera usus, reparasi cedera vesika urinaria, episiotomi, serta penggunaan electrosurgery. Pembelajaran teori dan praktik dilaksanakan dengan pendampingan instruktur sehingga peserta dapat memahami prinsip setiap tindakan sekaligus memperoleh arahan dan umpan balik selama latihan.
Keterampilan tersebut memiliki relevansi langsung dengan pendidikan Obstetri dan Ginekologi, yang membutuhkan pemahaman anatomi, kemampuan melakukan tindakan secara tepat, serta kesiapan mengenali dan menangani kemungkinan cedera selama prosedur. Karena itu, pelatihan keterampilan dasar menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan peserta sebelum melanjutkan ke tahapan pendidikan klinis berikutnya.
Pada hari terakhir, Minggu, 4 Oktober 2026, peserta mengikuti evaluasi keterampilan menggunakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Metode ini menilai kompetensi melalui sejumlah stasiun dengan kriteria yang terstruktur, sehingga kemampuan peserta dapat dievaluasi berdasarkan aspek keterampilan yang telah dipelajari. Setelah evaluasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian umpan balik dan evaluasi pelatihan.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian selama kegiatan, panitia menetapkan empat peserta terbaik, yaitu Nurida Khasanah dari UGM, Yoshua Adhi Nicholaus dari UNS, Agil Tedo Sulistyono dari UMY, dan Elvandy Suwardy Tjan dari UNDIP. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas pencapaian peserta selama pelatihan sekaligus diharapkan mendorong semangat untuk terus mengembangkan kompetensi dan menjaga profesionalisme dalam pendidikan klinis.
Penyelenggaraan BSS 1 merupakan bagian dari komitmen Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM dalam mendukung pendidikan dokter spesialis yang bermutu. Keterampilan bedah tidak hanya menuntut penguasaan aspek teknis, tetapi juga kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan. Pembelajaran yang terstruktur dan evaluasi yang terukur diharapkan membantu peserta membangun fondasi kompetensi yang kuat untuk menghadapi kebutuhan praktik klinis.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi klinis dan penerapan prinsip keselamatan pasien. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan terstruktur dan evaluasi kompetensi, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis. (Kontributor: Munjayati).




