FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM menyelenggarakan Technical Workshop: Preparing Stroke Data for OMOP CDM untuk memperkuat standardisasi dan interoperabilitas data klinis dalam mendukung transformasi digital layanan stroke. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026, di RSA UGM dengan melibatkan tenaga kesehatan, peneliti, pengelola data, dan tim teknologi informasi untuk menyusun dasar pengelolaan data stroke yang lebih terstruktur dan dapat dimanfaatkan dalam peningkatan mutu layanan serta penelitian.
Workshop ini merupakan bagian dari Hibah Dana Masyarakat Pengabdian kepada Masyarakat Skema Hibah Abdimas Terintegrasi FK-KMK UGM bertajuk “Pelatihan Standardisasi Catatan Klinis bagi Tenaga Kesehatan untuk Mendukung Transformasi Digital Layanan Stroke di Rumah Sakit Anggota Academic Health System (AHS) UGM”. Kegiatan tersebut juga mendukung program British Council Going Global Partnerships – Transnational Education (TNE) Exploratory Grant 2026 melalui inisiatif Building Intelligent Health Systems for Stroke Care through Transnational Education Partnerships. Program ini memperkuat kolaborasi pendidikan dan penelitian antara mitra di Inggris, Indonesia, dan Vietnam dalam jejaring Digital Twin Stroke Care Network.
Sekitar 36 peserta mengikuti workshop, dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapis, petugas rekam medis, peneliti, pengelola data, hingga tim teknologi informasi RSA UGM. Peserta juga berasal dari Departemen Neurologi FK-KMK UGM, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM, serta STIKES Bethesda Yakkum. Keterlibatan lintas profesi ini diperlukan agar rancangan standardisasi data dapat mempertimbangkan kebutuhan klinis sekaligus aspek dokumentasi, pengelolaan, dan integrasi informasi kesehatan di rumah sakit.
Kegiatan diawali dengan kuliah pembuka oleh dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. yang membahas pengembangan ekosistem data stroke untuk mendukung peningkatan mutu layanan rumah sakit. Selanjutnya, Annisa Ristya Rahmanti, S.Gz., Dietisien, MS., Ph.D., selaku ketua pelaksana, menjelaskan tujuan dan luaran yang diharapkan dari workshop.
Perspektif klinis dan pengelolaan data di RSA UGM disampaikan melalui beberapa sesi. dr. Farida Niken Astari Nugroho Hati, M.Sc., Sp.N. membahas kebutuhan data dan indikator mutu stroke. Sementara itu, dr. Nimitta Talirasa mengulas dokumentasi dan tata kelola data stroke, sedangkan Firza Aditya Primandani, S.Kom. memaparkan penggunaan rekam medis elektronik serta integrasi sistem informasi rumah sakit. Rangkaian materi ini memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara kebutuhan pelayanan klinis dan kesiapan infrastruktur data.
Pada sesi berikutnya, apt. Christianus Heru Setiawan, M.Sc. memperkenalkan ekosistem Observational Health Data Sciences and Informatics (OHDSI), termasuk kolaborasi dengan OHDSI Taiwan. Ia juga menjelaskan Observational Medical Outcomes Partnership Common Data Model (OMOP CDM), sebuah pendekatan untuk menyeragamkan struktur data kesehatan agar informasi dari berbagai sumber dapat dianalisis dengan kerangka yang lebih konsisten. Harmonisasi tersebut berpotensi mempermudah penelitian kolaboratif karena data yang sebelumnya memiliki format berbeda dapat dipetakan ke dalam model data yang sama.
Peserta kemudian mengikuti diskusi kelompok yang dipandu dr. Daniel CA Nugroho, MPH untuk mengidentifikasi komponen minimum stroke dataset. Diskusi dilanjutkan dengan praktik pemetaan variabel stroke ke dalam OMOP CDM yang difasilitasi M. Solihuddin Muhtar, MBA. Melalui kegiatan ini, peserta mulai merumuskan kebutuhan data minimum yang mencakup informasi administratif, kondisi klinis, hasil pemeriksaan, terapi, dan luaran pasien.
Hasil awal tersebut menjadi landasan untuk pekerjaan lanjutan. Tim lintas profesi direncanakan dibentuk untuk memfinalisasi stroke dataset, mempersiapkan tata kelola dan kesepakatan pemanfaatan data, serta melakukan pemetaan terminologi. Langkah berikutnya mencakup pengembangan proses integrasi data menuju OMOP CDM di RSA UGM. Dengan tahapan tersebut, standardisasi tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diarahkan pada penerapan dalam pengelolaan data klinis.
Keberlanjutan program juga dilakukan melalui pembelajaran daring dalam bentuk Massive Open Online Course (MOOC) mengenai standardisasi data kesehatan dan OMOP CDM pada 4–10 September 2026. Program ini menjangkau 164 peserta terdaftar dari 58 kota dan kabupaten di Indonesia. Pesertanya terdiri atas 70% perempuan dan 30% laki-laki, dengan latar belakang yang beragam, terutama mahasiswa, tenaga manajemen rumah sakit, tenaga klinis, akademisi, serta pengelola informasi kesehatan dan teknologi informasi.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan fondasi data untuk meningkatkan mutu layanan stroke. Kegiatan ini mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pengelola data, serta SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan interoperabilitas data kesehatan. Kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSA UGM, jejaring OHDSI, dan mitra internasional juga sesuai dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Annisa Ristya Rahmanti).




