FK-KMK UGM Bahas Penatalaksanaan Psoriasis Recalcitrant melalui Instagram Live

FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi turut berkontribusi dalam rangkaian Road to PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026 melalui kegiatan Instagram Live yang membahas penatalaksanaan psoriasis recalcitrant dan aspek psikologis pasien. Kegiatan bertajuk “Dealing with Recalcitrant Psoriasis: The Art of Rotational Therapy and its Psychological Aspect”.

Instagram Live dilaksanakan pada Minggu, 5 Juli 2026, dengan menghadirkan dr. Shinta Trilaksmi Dewi, Ph.D., Sp.D.V.E., staf Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM, sebagai salah satu narasumber. Ia berdiskusi bersama dr. Santi Yuliani, M.Sc., Sp.KJ., Subsp. E.N.P. (K). Sementara itu, sesi diskusi dipandu oleh dr. Hafidzah Nurmastuti, M.Med.Sc., Sp.D.V.E. sebagai host.

Diskusi menyoroti berbagai tantangan yang dapat muncul dalam penatalaksanaan recalcitrant psoriasis. Kondisi tersebut membutuhkan pertimbangan terapi yang tidak hanya berfokus pada pengendalian gejala, tetapi juga pada keberlanjutan hasil terapi dan keamanan pasien dalam jangka panjang. Salah satu pendekatan yang dibahas adalah rotational therapy atau terapi rotasi.

Rotational therapy menjadi salah satu strategi dalam pengelolaan psoriasis dengan mempertimbangkan pergantian terapi secara terencana. Pendekatan ini dibahas sebagai bagian dari upaya mempertahankan efektivitas pengobatan sekaligus meminimalkan potensi efek samping yang dapat muncul dalam penggunaan terapi tertentu dalam jangka panjang. Penerapannya tentu membutuhkan pertimbangan kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan.

Pembahasan kemudian diperluas pada aspek psikologis yang tidak dapat dipisahkan dari pengalaman pasien dengan psoriasis. Sebagai penyakit kronis, psoriasis dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada keluhan pada kulit. Kondisi yang dialami pasien dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup, sekaligus memengaruhi bagaimana pasien menjalani pengobatan dalam jangka panjang.

Karena itu, perhatian terhadap kondisi psikologis menjadi bagian penting dalam membangun tata laksana yang menyeluruh. Pemahaman mengenai kondisi pasien secara lebih utuh membantu tenaga kesehatan melihat bahwa keberhasilan penanganan penyakit kronis tidak hanya berkaitan dengan perubahan kondisi fisik, tetapi juga bagaimana pasien menghadapi penyakit dan menjalani kehidupannya.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pemahaman mengenai penatalaksanaan psoriasis dan perhatian terhadap kesehatan mental pasien. Kegiatan ini sesuai dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyebarluasan edukasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan melalui media digital. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).