FK-KMK UGM. Departemen Fisiologi FK-KMK UGM menyelenggarakan guest lecture bertajuk “Organoid Odyssey: A Journey into 3D Cell Culture” sebagai forum pembelajaran dan pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan kultur sel tiga dimensi serta pemanfaatan organoid dalam penelitian biomedis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Ruang Kuliah Departemen Fisiologi FK-KMK UGM dengan menghadirkan akademisi dan peneliti dari UGM serta Chiba University, Jepang.
Guest lecture diikuti oleh dosen Departemen Fisiologi FK-KMK UGM, mahasiswa Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM, dosen dan peneliti dari berbagai departemen di lingkungan FK-KMK UGM, serta dosen dan mahasiswa Program Pascasarjana Fakultas Farmasi UGM. Keragaman latar belakang peserta memberikan ruang bagi terjadinya pertukaran perspektif mengenai perkembangan teknologi kultur sel, khususnya pendekatan tiga dimensi dan organoid sebagai model dalam penelitian biomedis.
Tiga narasumber hadir untuk membahas perkembangan dan penerapan organoid dari perspektif yang berbeda. dr. R. Jajar Setiawan, M.Sc., Ph.D. dari Departemen Fisiologi FK-KMK UGM menyampaikan materi “3D Cell Culture and Organoids: Opportunities and Challenges”. Materi tersebut mengulas perkembangan kultur sel tiga dimensi dan organoid, termasuk berbagai peluang yang dapat dikembangkan sekaligus tantangan yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya sebagai pendekatan penelitian.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Dr. apt. Riris Istighfari Jenie, M.Si. dari Fakultas Farmasi UGM melalui materi “RIIM-JST Collaboration for Establishing HCC Organoids in Indonesia”. Pemaparan ini memberikan gambaran mengenai pengembangan kolaborasi riset untuk membangun model organoid HCC di Indonesia. Selain memperkenalkan proses pengembangan model tersebut, materi juga membuka pembahasan mengenai peluang pemanfaatan organoid dalam mendukung penelitian biomedis.
Perspektif internasional turut hadir melalui Daisuke Muto dari Chiba University, Jepang, yang menyampaikan materi “Applications of Organoids in Biomedical Research”. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan organoid dalam penelitian biomedis berdasarkan pengalaman penelitian di lingkungan akademik internasional. Kehadiran narasumber dari Chiba University sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal perkembangan dan aplikasi teknologi organoid dari perspektif peneliti di luar negeri.
Penggunaan organoid dalam penelitian menjadi salah satu perkembangan yang menarik dalam bidang biomedis karena menawarkan pendekatan kultur sel tiga dimensi yang dapat digunakan untuk mempelajari kondisi biologis secara lebih kompleks dibandingkan kultur sel dua dimensi. Dalam konteks akademik, pengenalan terhadap perkembangan teknologi tersebut menjadi penting bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti agar dapat mengikuti perkembangan metode penelitian serta mempertimbangkan peluang pengembangannya dalam riset masing-masing.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pengetahuan dan penelitian biomedis di bidang kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran dan pertukaran pengetahuan yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan peneliti. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan pendekatan inovatif berupa kultur sel tiga dimensi dan organoid dalam penelitian. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas bidang dan institusi antara FK-KMK UGM, Fakultas Farmasi UGM, serta Chiba University, Jepang. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).



