FK-KMK UGM Perkuat Peran Kader dalam Mewujudkan Masyarakat Ramah Lansia melalui Garda Eling

FK-KMK UGM. Departemen Neurologi menyelenggarakan inaugurasi Garda Eling atau Gerakan Tanggap Peduli Demensia bagi Kader Posbindu Puskesmas Mlati II sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam mendukung kesehatan dan kualitas hidup lansia, khususnya penyandang demensia. Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Hibah DAMAS Abdimas Skema Integrasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Kantor Kalurahan Tlogoadi, Sleman.

Garda Eling merupakan bagian dari program “Edukasi dan Perawatan Penderita Demensia: Pendekatan Komprehensif bagi Caregiver dan Tenaga Kesehatan”. Melalui program tersebut, kader dibekali kemampuan untuk mengenali gangguan kognitif sejak dini, memberikan pendampingan dasar bagi penyandang demensia, serta menyampaikan edukasi mengenai stimulasi kognitif yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pembekalan dilakukan melalui rangkaian pelatihan selama dua bulan. Materi yang diberikan mencakup gangguan perilaku dan psikologis pada penderita demensia atau Behavioral and Psychological Symptoms of Dementia BPSD, komunikasi efektif dengan penyandang demensia melalui materi dan praktik bermain peran, serta perawatan harian penderita demensia. Kader juga mendapatkan pelatihan manajemen nutrisi untuk mengatasi gangguan makan melalui demonstrasi langsung, stimulasi kognitif bagi lansia, serta senam lansia untuk menjaga kebugaran fisik dan fungsi tubuh.

Setelah menyelesaikan seluruh materi, para kader mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di Posyandu Lansia masing-masing. Edukasi, stimulasi kognitif, senam lansia, hingga pendampingan keluarga menjadi bagian dari kegiatan yang dapat dilakukan kader dalam mendukung lansia di lingkungan mereka. Semangat para kader terlihat saat mengikuti post-test dan prosesi inaugurasi Garda Eling di Kalurahan Tlogoadi.

Setelah menjalani pelatihan selama dua bulan, para kader resmi dikukuhkan sebagai bagian dari komunitas yang dipersiapkan untuk mendukung edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan lansia, khususnya penyandang demensia. Pengukuhan tersebut sekaligus menandai dimulainya peran aktif kader dalam menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh.

Dr. dr. Abdul Gofir, M.Sc., Sp.N Subsp. NIOO (K), menyampaikan bahwa manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh lansia dengan demensia, tetapi juga keluarga dan caregiver yang menjadi pendamping utama dalam perawatan sehari-hari. Pengetahuan mengenai komunikasi, nutrisi, serta penanganan perubahan perilaku dapat membantu keluarga memberikan perawatan yang lebih tepat sekaligus mengurangi beban emosional selama proses pendampingan.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi, stimulasi kognitif, aktivitas fisik, dan pendampingan demensia berbasis komunitas. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses pengetahuan dan pendampingan bagi lansia di masyarakat. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi FK-KMK UGM, pemerintah kalurahan, kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam memperkuat pendampingan lansia. (Kontributor: Distya Nugrahening Pradhani).