FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelantikan Dokter Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 29 Juli 2026, di Lantai 1 Gedung Grha Sabha Pramana UGM. Sebanyak 99 dokter baru yang disumpah siap mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia. Pelantikan ini turut dihadiri oleh KAGAMADOK, RSUP Dr. Sardjito, RSA UGM, RSUD Sleman, RSPAU dr. S. Hardjolukito, RSUD Bagas Waras, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Prosesi pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah dokter yang dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., yang mewakili Dekan FK-KMK UGM. Setelah prosesi pengambilan sumpah, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Sumpah Dokter secara simbolis oleh dr. Wendy Andika sebagai perwakilan dokter yang dilantik, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan ijazah kepada para lulusan.
Dalam laporannya, Ketua Program Studi Kedokteran FK-KMK UGM, Prof. dr. Eggi Arguni, M.Sc., Ph.D., Sp.A(K), menyampaikan bahwa sebanyak 99 dokter baru yang dilantik terdiri atas 33 laki-laki dan 66 perempuan. Rata-rata lama studi profesi yang ditempuh adalah 1 tahun 9 bulan, sedangkan rata-rata masa studi sejak program sarjana hingga profesi mencapai 5 tahun 5 bulan. Para lulusan memiliki rata-rata usia 23 tahun 6 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata 3,79.
Prof. Eggi juga menyampaikan bahwa hingga saat ini FK-KMK UGM telah meluluskan sebanyak 11.375 dokter, yang terdiri atas 6.084 dokter laki-laki dan 5.291 dokter perempuan. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi FK-KMK UGM dalam memenuhi kebutuhan tenaga dokter yang kompeten di Indonesia.
dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh dokter baru yang telah berhasil menyelesaikan satu tahapan penting dalam pendidikan kedokteran. Ia menegaskan bahwa masyarakat Indonesia menantikan kontribusi nyata para dokter muda dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah.
“Selamat kepada para dokter baru yang telah diambil sumpahnya. Selamat telah menyelesaikan satu tahapan pendidikan. Setelah ini, tugas pengabdian telah menanti. Bangsa kita masih sangat membutuhkan dokter, dokter spesialis, dan tenaga kesehatan lainnya,” ujar dr. Hamim.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti Program Internship Dokter Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari proses pemantapan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja secara mandiri. Menurutnya, para dokter baru perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin, menjaga komunikasi yang baik, serta membangun koordinasi dengan wahana pelayanan kesehatan tempat mereka bertugas.
Selain prosesi pelantikan, acara juga menghadirkan sesi motivasi dari alumni yang disampaikan oleh Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., Subsp.OT(B)(K). Dalam paparannya yang bertajuk Transformasi Kesehatan Global: Dedikasi Dokter untuk Ketahanan Bangsa, ia mengajak para dokter baru untuk siap menghadapi perubahan dunia kesehatan, termasuk pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Teknologi hanyalah alat untuk membantu proses medis. Teknologi akan terus berkembang pesat, seperti AI dan robotik, tetapi tidak akan pernah bisa menggantikan empati dan rasa kemanusiaan dari seorang dokter,” terang dr. Yudha.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan dokter yang kompeten untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan menghasilkan lulusan kedokteran yang unggul, profesional, dan siap belajar sepanjang hayat. SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas untuk mendukung pembangunan nasional. (Humas/Sitam).



