FK-KMK UGM Kembangkan Sekolah Sehat melalui Pelatihan Antropometri bagi Siswa MA Miftahunnajah Sleman

FK-KMK UGM. Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan workshop pengukuran antropometri dan tekanan darah bagi siswa MA Miftahunnajah Sleman sebagai bagian dari pengembangan Program Health Promoting School (HPS). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026) di MA Miftahunnajah Sleman ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan dasar dalam melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah sebagai upaya pemantauan status gizi serta kesehatan di lingkungan sekolah.

Workshop diikuti oleh 11 siswa kelas X dan XI yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) serta Organisasi Santri MA Miftahunnajah Sleman (OSAMI) bidang kesehatan. Peserta dipersiapkan sebagai calon penggerak kesehatan sekolah yang nantinya diharapkan mampu berkontribusi dalam pelaksanaan pemantauan status gizi secara mandiri.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Divara Hana yang menjelaskan konsep dasar pengukuran antropometri serta teknik pengukuran tekanan darah yang benar. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengukuran yang sesuai standar untuk menghasilkan data yang akurat. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting dalam mendukung deteksi dini berbagai permasalahan gizi maupun kesehatan di kalangan remaja sekolah.

Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan fasilitator. Setiap siswa berkesempatan melakukan pengukuran secara berpasangan menggunakan berbagai peralatan yang telah disiapkan. Mulai dari timbangan digital untuk mengukur berat badan, wireless height meter untuk mengukur tinggi badan, hingga alat pengukur tekanan darah, seluruh proses dilakukan sesuai prosedur yang telah dijelaskan sebelumnya.

Selama praktik berlangsung, fasilitator memberikan arahan sekaligus mengoreksi teknik pengukuran peserta agar hasil yang diperoleh memenuhi standar pengukuran antropometri. Pendekatan praktik langsung ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang dapat diterapkan dalam kegiatan kesehatan di sekolah.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan kapasitas siswa dalam melakukan deteksi dini terhadap masalah kesehatan dan status gizi di lingkungan sekolah. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diimplementasikan melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan praktis yang melengkapi proses pembelajaran di luar kurikulum formal sehingga meningkatkan kompetensi peserta didik. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara PKGM FK-KMK UGM dan MA Miftahunnajah Sleman dalam membangun ekosistem sekolah sehat yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan. (Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz).