Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM Tingkatkan Literasi Kesehatan Lansia Menjelang Ramadan

FK-KMK UGM.  Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik selama bulan Ramadan bagi masyarakat lanjut usia. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) di Masjid Danoedjo As-Sudairi, Kemetiran Kidul, Yogyakarta ini diikuti sekitar 70 jamaah pengajian lansia. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara menjalankan ibadah puasa secara sehat melalui pengaturan pola makan, pemenuhan kebutuhan cairan, serta aktivitas fisik yang aman selama Ramadan.

Kegiatan dipimpin oleh dr. Idha Arfianti Wiraagni, M.Sc., Ph.D., Sp.FM., Subsp. P.F.(K) sebagai ketua kegiatan dengan melibatkan seluruh staf dosen, residen, dan tenaga kependidikan Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK-KMK UGM. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memberikan edukasi berbasis ilmiah mengenai perubahan fisiologis yang terjadi selama berpuasa dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan, khususnya pada kelompok lanjut usia yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam yang ditandai dengan pelaksanaan ibadah puasa selama kurang lebih satu bulan. Selama berpuasa, seseorang menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan pola hidup yang cukup signifikan, mulai dari waktu makan, pola tidur, hingga tingkat aktivitas fisik. Dari sisi kesehatan, puasa dikenal sebagai bentuk time-restricted feeding yang memengaruhi keseimbangan energi, metabolisme tubuh, dan ritme biologis.

Tim pengabdian juga menguraikan bahwa perubahan pola konsumsi selama Ramadan sering kali mendorong masyarakat mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, gula, dan lemak saat berbuka maupun sahur. Kebiasaan makan dalam jumlah besar pada malam hari berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan asupan gizi apabila tidak diimbangi dengan pemilihan makanan yang tepat. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan memilih menu bergizi seimbang, memperhatikan porsi makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh pada waktu berbuka hingga sahur.

Selain perubahan pola makan, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai perubahan ritme sirkadian selama Ramadan. Aktivitas ibadah pada malam hari dan waktu tidur yang bergeser dapat memengaruhi kualitas istirahat, kondisi metabolik, hingga kebugaran tubuh. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama bagi lansia, sehingga diperlukan pengaturan waktu istirahat yang baik agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa.

Aspek aktivitas fisik turut menjadi fokus dalam kegiatan ini. Tim menjelaskan bahwa aktivitas fisik merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan selama Ramadan, meskipun intensitasnya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Peserta diberikan rekomendasi mengenai jenis olahraga ringan yang aman dilakukan, waktu terbaik untuk beraktivitas fisik, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat agar kebugaran tetap terpelihara.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pencegahan gangguan kesehatan selama berpuasa, khususnya bagi lansia. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diimplementasikan melalui penyebarluasan pengetahuan kesehatan berbasis ilmiah kepada masyarakat agar mampu menerapkan gaya hidup sehat secara mandiri. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan didukung dengan memberikan akses edukasi kesehatan kepada kelompok lanjut usia sebagai populasi yang memerlukan perhatian khusus. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, pengurus Masjid Danoedjo As-Sudairi, serta masyarakat dalam mewujudkan program pengabdian yang bermanfaat bagi peningkatan kesehatan komunitas. (Kontributor: Dept. Forensik ).