FK-KMK UGM Edukasi Tenaga Kesehatan Magelang tentang Buku KIA Edisi 2024 dan Deteksi Dini Risiko Kehamilan

FK-KMK UGM. Dosen Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM berpartisipasi dalam kegiatan Refreshing Sosialisasi Pengisian dan Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh dokter dan bidan dari puskesmas se-Kabupaten Magelang guna memperkuat pemahaman mengenai pemanfaatan Buku KIA sebagai instrumen pencatatan, edukasi, dan pemantauan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.

Kepala penyelenggara kegiatan menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali para tenaga kesehatan mengenai tata cara pencatatan hasil pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC), pelayanan masa nifas atau Postnatal Care (PNC), serta pencatatan persalinan pada Buku KIA edisi terbaru tahun 2024. Pencatatan yang tepat, lengkap, dan berkesinambungan diharapkan mampu mendukung pemantauan kesehatan ibu dan bayi sekaligus menjadi salah satu strategi penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Magelang.

Dalam kegiatan tersebut, dosen Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM, dr. Pramudita Putri Dyatmika Mandegani, MPH, Sp.OG., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, dr. Pramudita menjelaskan sejumlah pembaruan penting pada Buku KIA edisi 2024 dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Salah satu perubahan utama adalah pengembangan standar pelayanan pemeriksaan kehamilan dari konsep 10 T menjadi 12 T. Penambahan komponen baru ini diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun janin.

Dua komponen baru yang ditambahkan meliputi pemeriksaan ultrasonografi (USG) dasar terbatas oleh dokter umum dan skrining kesehatan jiwa bagi ibu hamil. Menurut dr. Pramudita, kedua aspek tersebut memiliki peran penting dalam mendeteksi kondisi medis maupun psikologis ibu hamil sejak dini sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Kegiatan ini juga menjadi sarana dalam penyamaan persepsi bagi dokter dan bidan dalam melakukan pencatatan serta pemanfaatan Buku KIA sebagai sarana komunikasi dan edukasi kepada ibu hamil dan keluarganya. Dengan pemahaman yang seragam, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dapat semakin meningkat.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta peningkatan deteksi dini faktor risiko kehamilan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas dokter dan bidan melalui pembelajaran dan pembaruan pengetahuan mengenai Buku KIA edisi terbaru. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan institusi pendidikan tinggi dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. (Kontributor: Munjayati).