FK-KMK UGM Raih Prestasi di The 17th CPD-CPLM Joglosemar 2026

FK-KMK UGM. Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK-KMK UGM berprestasi dalam The 17th Continuing Professional Development on Clinical Pathology and Laboratory Medicine (CPD-CPLM) Joglosemar 2026 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium (PDS Patklin) cabang Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Purwokerto. Kegiatan berlangsung pada 6–8 Mei 2026 di Hotel Java Heritage Purwokerto.

Prestasi diraih oleh dr. Dewi Ayu Puspitasari yang berhasil meraih juara pertama pada kategori poster bidang Hematologi melalui karya berjudul “Isolated Prolongation of Activated Partial Thromboplastin Time (aPTT) pada Suspek Defisiensi Faktor XII: Tantangan Interpretasi Pemeriksaan Koagulasi.” Penelitian tersebut mengangkat tantangan dalam interpretasi pemeriksaan koagulasi yang memiliki peran penting dalam mendukung ketepatan diagnosis dan pengambilan keputusan klinis.

Sementara itu, pada kategori presentasi oral, peserta PPDS Patologi Klinik FK-KMK UGM berhasil mendominasi perolehan penghargaan. Dr. Lusia Nasrani meraih juara pertama kategori Kimia melalui presentasi berjudul “Systemic Inflammation Response Index (SIRI) dan Systemic Immune-Inflammation Index (SII) sebagai Prediktor Dini Acute Kidney Injury dan Mortalitas pada Pasien Pasca Operasi Jantung.” Penelitian ini menunjukkan potensi biomarker inflamasi dalam membantu deteksi dini komplikasi dan risiko kematian pada pasien pascaoperasi jantung.

Selain itu, dr. Dewi Ayu Puspitasari kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara kedua kategori Hematologi, disusul dr. Diana Verify Hastutya yang memperoleh juara kedua kategori Infeksi dan Imunologi. Capaian tersebut menunjukkan kualitas pendidikan dan pembinaan akademik yang kuat di lingkungan Program Studi PPDS Patologi Klinik FK-KMK UGM.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kapasitas akademik, pengembangan kompetensi peserta didik, dan penciptaan lingkungan pembelajaran yang mendorong inovasi serta keunggulan ilmiah. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena menghasilkan temuan ilmiah yang berpotensi meningkatkan kualitas diagnosis, tata laksana, dan keselamatan pasien. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarcabang PDS Patklin dan berbagai institusi pendidikan kedokteran. (Kontributor: Pranindya Rinastiti).