FK-KMK UGM. Putrie Fahira Banu, mahasiswa Double Degree Program Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM angkatan 2025, berhasil meraih penghargaan Session Winner kategori Infectious Disease Poster Presentation pada ajang 33rd International Student Congress of (bio)Medical Sciences (ISCOMS) 2026 yang diselenggarakan di University Medical Center Groningen, Belanda, pada 1–4 Juni 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta dengan presentasi poster terbaik pada masing-masing sesi paralel. Putrie memperoleh penghargaan melalui presentasi poster ilmiah berjudul “Emergence of Atovaquone Resistance via Cytochrome B Mutations in Human Babesiosis”. Penelitian tersebut mengangkat isu penting terkait munculnya resistensi terhadap obat atovaquone pada kasus babesiosis manusia yang dipicu oleh mutasi pada gen cytochrome B.
ISCOMS dikenal sebagai salah satu kongres mahasiswa bidang ilmu biomedis terbesar dan paling prestisius di dunia. Setiap tahunnya, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 600 hingga 800 mahasiswa dan peneliti muda dari berbagai negara. Para peserta mempresentasikan hasil penelitian orisinal mereka di hadapan panel juri yang terdiri atas profesor, peneliti, dan pakar terkemuka dari berbagai institusi internasional.
Keikutsertaan Putrie dalam forum ilmiah tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan berharga untuk memperluas jejaring akademik dan memperdalam wawasan keilmuan. Berbagai diskusi yang berlangsung selama kongres memberikan perspektif baru mengenai perkembangan riset penyakit infeksi, termasuk tantangan dan peluang penelitian di masa depan. Interaksi dengan para peneliti dan klinisi dari berbagai negara turut memperkaya pengalaman akademik yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Pencapaian ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kontribusi penelitian dalam mendukung pengembangan strategi penanganan penyakit infeksi dan peningkatan kesehatan masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas, karena menunjukkan keberhasilan pendidikan tinggi dalam menghasilkan lulusan dan mahasiswa yang unggul dalam riset dan inovasi. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi akademik internasional dan pertukaran pengetahuan yang memperkuat jejaring penelitian global untuk mendukung kemajuan ilmu kesehatan. (Kontributor: Intan Salsabila).




