FK-KMK UGM. Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam terus menunjukkan kontribusinya dalam memperkuat pelayanan kesehatan nasional dengan menghasilkan lulusan yang berkiprah di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu alumni yang berperan aktif dalam pengembangan layanan kesehatan di Indonesia Timur adalah dr. Marselino Richardo, MSc, SpPD-KGEH, yang saat ini bertugas di RSUD Merauke, Papua Selatan, sebagai staf fungsional gastroentero-hepatologi. Kiprahnya menjadi bukti nyata implementasi pendidikan subspesialis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Sebagai dokter subspesialis gastroentero-hepatologi, dr. Marselino tidak hanya memberikan pelayanan klinis kepada pasien, tetapi juga mengemban sejumlah peran strategis. Ia menjabat sebagai Ketua Komite Farmasi RSUD Merauke, aktif dalam Bagian Ilmiah Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Tanah Papua, serta menjadi anggota The Japan Gastroenterological Endoscopy Society. Berbagai peran tersebut memperlihatkan komitmennya dalam mengembangkan pelayanan, pendidikan, dan jejaring profesional di bidang kesehatan.
Menurut dr. Marselino, pendidikan yang diperolehnya di FK-KMK UGM memberikan bekal yang sangat penting dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah. Kompetensi yang diperoleh selama pendidikan subspesialis memungkinkan dirinya menghadirkan layanan yang sebelumnya belum tersedia secara optimal di Papua Selatan, khususnya dalam bidang intervensi endoskopi dan hepatologi.
Dampak dari pengembangan layanan tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat. Jumlah pasien yang harus dirujuk ke kota-kota besar untuk mendapatkan layanan gastroentero-hepatologi semakin berkurang. Sebaliknya, RSUD Merauke kini menjadi tujuan rujukan bagi pasien dari berbagai wilayah sekitar. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik yang tersedia di daerah.
dr. Marselino juga aktif mengembangkan penelitian. Ia terlibat dalam riset terkait hepatocellular carcinoma serta memiliki ketertarikan pada penelitian mengenai Helicobacter pylori dan berbagai teknik intervensi endosurgery. Aktivitas penelitian tersebut turut mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.
Salah satu pencapaian yang paling berkesan dalam perjalanan kariernya adalah keberhasilan melakukan pemasangan Percutaneous Endoscopic Gastrostomy (PEG) pertama di wilayah Indonesia Timur pada pasien disfagia pasca-stroke nonhemoragik saat pandemi COVID-19. Pada masa tersebut, tindakan serupa bahkan belum banyak dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti Sulawesi, Bali, maupun Surabaya. Ia juga memperkenalkan tindakan continuous drain ascites sebagai terapi paliatif bagi pasien keganasan dengan ascites, sehingga pasien dapat melakukan pengelolaan cairan secara lebih nyaman di rumah dan mengurangi frekuensi rawat inap.
Dr. Marselino juga mengenang masa pendidikannya di FK-KMK UGM sebagai pengalaman yang sangat berharga. Dukungan para guru dan pembimbing dinilainya tidak hanya membantu pengembangan akademik, tetapi juga membentuk ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan profesi. Ia berharap Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam FK-KMK UGM terus berkembang mengikuti perkembangan personalized medicine dan precision medicine serta menghasilkan lulusan yang adaptif, kreatif, rendah hati, dan siap mengabdi di berbagai daerah Indonesia.
Kontribusi ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik yang berkualitas dan berkelanjutan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas, karena menunjukkan keberhasilan pendidikan subspesialis dalam menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan berdampak. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan, melalui pemerataan layanan kesehatan spesialistik sehingga masyarakat di wilayah timur Indonesia memperoleh akses pelayanan yang lebih setara dengan daerah lainnya. (Kontributor: Siwi Ratri Kurniasih).




