FK-KMK UGM. Dua dosen Departemen Health Behavior, Environment, and Social (HBES), yakni Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A. dan dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., berpartisipasi dalam kegiatan internasional bertajuk Training and Piloting Workshop for the Impact on Health Behaviours and Outcomes among School-aged Children in Timor-Leste: Evaluation of the “Say No to 5S” Initiative. Kegiatan yang berlangsung di Dili, Timor-Leste, pada 14–21 Februari 2026 ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan evaluasi program kesehatan anak usia sekolah melalui pendekatan berbasis bukti dan kolaborasi internasional.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) UGM sebagai bagian dari kerja sama global dalam mendukung pengembangan program promosi kesehatan yang berfokus pada anak usia sekolah. Workshop ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mengukur dampak program “Say No to 5S” terhadap perubahan perilaku kesehatan dan luaran kesehatan peserta didik di Timor-Leste.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pelatihan komprehensif terkait metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, penggunaan instrumen digital berbasis KoboToolbox, serta simulasi dan uji coba instrumen penelitian di lapangan. Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas enumerator dan tim lapangan dalam mengumpulkan data yang valid, reliabel, dan sesuai dengan standar penelitian kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, Dr. Retna Siwi Padmawati berperan dalam memperkuat kapasitas peserta pada aspek penelitian kualitatif. Materi yang disampaikan meliputi teknik wawancara mendalam (in-depth interview), pelaksanaan focus group discussion (FGD), hingga penguatan pemahaman mengenai etika penelitian dan perlindungan anak dalam lingkungan sekolah. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan proses pengumpulan data berjalan secara etis sekaligus menghasilkan informasi yang kaya dan mendalam.
Sementara itu, dr. Bagas Suryo Bintoro berkontribusi dalam penyusunan alur kerja lapangan, pelatihan penggunaan instrumen kuantitatif, serta penguatan sistem pengumpulan data digital. Keterlibatannya membantu memastikan kesiapan teknis tim lapangan sehingga proses evaluasi dapat berlangsung secara sistematis dan menghasilkan data yang berkualitas tinggi.
Pelatihan dan piloting dilaksanakan selama lima hari dengan melibatkan enumerator dan team leader lokal. Selain sesi pembelajaran di kelas, peserta juga melakukan praktik langsung di sekolah-sekolah untuk mengidentifikasi berbagai tantangan teknis maupun metodologis yang mungkin muncul pada saat implementasi penuh program evaluasi. Hasil piloting menunjukkan adanya peningkatan kesiapan tim lapangan, terutama dalam koordinasi kerja, pengelolaan perangkat digital, serta penerapan standar operasional prosedur penelitian.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya peningkatan kualitas program promosi kesehatan dan evaluasi kesehatan anak usia sekolah. SDG 4 Pendidikan Berkualitas, karena memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan transfer pengetahuan dalam bidang penelitian kesehatan masyarakat. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kerja sama global dalam pengembangan kebijakan dan program kesehatan. (Kontributor: Zilfani Fuadiyah Haq).




