FK-KMK UGM. Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Alumni Corner Public Health Link Up #1: Indonesia Timur secara daring melalui Zoom Meeting sebagai wadah berbagi pengalaman, inspirasi, dan informasi mengenai pendidikan kesehatan masyarakat, peluang beasiswa, serta kontribusi pembangunan kesehatan di wilayah Indonesia Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 8 Juni 2026 ini menjadi episode perdana dari rangkaian Public Health Link Up yang mempertemukan alumni, mahasiswa, calon mahasiswa, dan pemerhati kesehatan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang berasal dari Indonesia Timur, yakni Maria Natalia Lora, MPH, alumni Magister Kesehatan Masyarakat UGM peminatan Kesehatan Ibu dan Anak–Kesehatan Reproduksi (KIA-KR) angkatan 2023 sekaligus Awardee LPDP Afirmasi Tahun 2022, serta Victor Maikel Piter Asyerem, mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM peminatan Perilaku dan Promosi Kesehatan (PPK) yang juga merupakan Awardee LPDP Putra Putri Papua Tahun 2024. Diskusi dipandu oleh dr. Ardhina Ramania, MPH, dosen peminatan PPK Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UGM.
Dalam pemaparannya, Maria Natalia Lora membagikan pengalaman selama menempuh studi di Magister Kesehatan Masyarakat UGM setelah sebelumnya berkarier sebagai bidan selama kurang lebih delapan tahun. Ia menjelaskan bahwa kembali ke dunia akademik setelah lama bekerja merupakan tantangan tersendiri, terutama dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan ritme pembelajaran. Namun demikian, pengalaman profesional yang dimilikinya justru menjadi modal penting dalam memahami berbagai isu kesehatan masyarakat secara mendalam.
Maria menekankan bahwa Papua masih membutuhkan lebih banyak tenaga kesehatan masyarakat yang mampu berperan dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi program kesehatan. Menurutnya, peluang karier lulusan kesehatan masyarakat sangat luas, baik di sektor pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang kesehatan. Ia menegaskan bahwa putra-putri Papua memiliki keunggulan dalam memahami kondisi sosial dan budaya setempat sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih tepat sasaran dalam penyelesaian berbagai persoalan kesehatan di wilayahnya.
Sementara itu, Victor Maikel Piter Asyerem memaparkan berbagai informasi mengenai skema Beasiswa LPDP Putra Putri Papua, mulai dari persyaratan, tahapan seleksi, hingga strategi mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia menjelaskan bahwa masih banyak generasi muda Papua yang belum memperoleh akses informasi yang memadai terkait peluang studi lanjut maupun beasiswa pendidikan tinggi.
Victor juga menyoroti besarnya kebutuhan tenaga ahli kesehatan masyarakat yang mampu menyusun kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, tantangan geografis dan keterbatasan akses pendidikan tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda Papua untuk meraih pendidikan tinggi. Ia mendorong peserta untuk aktif mencari informasi, membangun jejaring, serta mempersiapkan diri secara optimal agar mampu memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.
Kedua narasumber sepakat bahwa kemampuan analisis data, berpikir kritis, membaca literatur ilmiah, serta keterampilan komunikasi dan advokasi menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan kesehatan. Kompetensi tersebut dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran di Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UGM yang didukung oleh kegiatan akademik, pengalaman lapangan, organisasi mahasiswa, dan jejaring alumni yang aktif.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan yang berperan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas karena membuka akses informasi pendidikan tinggi, peluang beasiswa, dan pengembangan kompetensi akademik secara inklusif. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda di wilayah Indonesia Timur yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akses. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan jejaring antara alumni, mahasiswa, dosen, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. (Kontributor: Nofathana Saputra).




