FK-KMK UGM. Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan (HMPK) Divisi Pengabdian Masyarakat menyelenggarakan kegiatan terapi bermain bertajuk “Lentera Kasih: Menghadirkan Energi Kebahagiaan Melalui Ruang Bermain Bersama” sebagai bentuk dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas kanker. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan International Nurses Day 2026 ini dilaksanakan pada 16 Mei 2026 di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Program tersebut bertujuan menghadirkan ruang yang aman, menyenangkan, dan suportif bagi anak-anak yang tengah menjalani pengobatan kanker agar tetap memperoleh kesempatan bermain, belajar, dan mengekspresikan diri di tengah proses terapi yang panjang.
Kanker masih menjadi salah satu penyakit kronis yang menjadi penyebab utama kematian pada anak dan remaja di dunia. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan ratusan ribu anak didiagnosis kanker setiap tahun. Sementara itu, data Globocan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) periode 2020–2025 memperkirakan sekitar 11.156 anak usia 0–19 tahun di Indonesia terdiagnosis kanker setiap tahunnya. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental, emosional, serta kualitas hidup anak dan keluarganya.
Anak-anak yang menjalani pengobatan kanker sering menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rasa cemas, stres, ketakutan, hingga kejenuhan akibat proses terapi yang berlangsung dalam jangka panjang. Berbagai prosedur medis dan efek samping pengobatan kerap membatasi aktivitas mereka, termasuk kesempatan untuk bermain dan berinteraksi secara bebas. Padahal, bermain merupakan salah satu kebutuhan dasar anak sekaligus sarana terapi yang efektif untuk membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Melalui kegiatan Lentera Kasih, para mahasiswa menghadirkan beragam aktivitas yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan usia peserta. Anak-anak diajak mengikuti kegiatan mewarnai kanvas dengan berbagai karakter menarik, permainan interaktif, sesi ice breaking, serta bernyanyi bersama. Di akhir kegiatan, peserta juga diajak merefleksikan perasaan mereka setelah mengikuti rangkaian aktivitas sebagai bagian dari evaluasi dampak psikososial program.
Ketua Program Studi Magister Keperawatan UGM, Uki Noviana, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Navigasi Pasien Kanker (NAPAK) atau Cancer Patient Navigator yang dikembangkan oleh FK-KMK UGM. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas penatalaksanaan pasien kanker melalui koordinasi layanan klinis, pendampingan, manajemen perawatan, hingga tindak lanjut konseling dan dukungan berkelanjutan. Menurutnya, kontribusi mahasiswa perlu diwujudkan tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Pihak Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Dukungan psikososial yang diberikan dinilai sangat penting untuk membantu anak-anak mempertahankan semangat, optimisme, serta kesehatan mental selama menjalani proses pengobatan yang tidak mudah. Kehadiran lingkungan yang mendukung diyakini dapat membantu anak-anak tetap tumbuh dan berkembang secara optimal meskipun berada dalam situasi yang penuh tantangan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan dukungan kesehatan fisik dan mental bagi anak penyintas kanker. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan menyediakan ruang edukasi informal yang membantu stimulasi kognitif, emosional, dan sosial anak selama menjalani pengobatan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang inklusif dan suportif bagi kelompok rentan sehingga mendukung peningkatan kualitas hidup anak dan keluarganya secara berkelanjutan. (Kontributor: Rifkal Artha Yuda).




