FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM memfasilitasi pelaksanaan Ujian Masuk UGM berbasis Computer Based Test (CBT) bagi peserta penyandang disabilitas yang dilaksanakan pada Senin (8/6) di Laboratorium Lantai 8 Gedung Pascasarjana Tahir Foundation FK-KMK UGM. Sebanyak 21 peserta disabilitas mengikuti ujian dengan dukungan berbagai fasilitas aksesibilitas yang disediakan untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan ujian.
Wakil Penanggung Jawab Lokasi Ujian Masuk FK-KMK UGM, Agus Maftuhin, S.E., M.M., menjelaskan bahwa berbagai fasilitas aksesibilitas telah disiapkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian. Menurutnya, FK-KMK UGM berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi peserta dengan kebutuhan khusus, termasuk bagi penyandang tunadaksa maupun disabilitas fisik lainnya yang memerlukan dukungan mobilitas selama mengikuti ujian.
“Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM memberikan mandat kepada FK-KMK UGM untuk memfasilitasi ujian masuk bagi peserta disabilitas. Karena itu kami menyiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan. Selain itu, pelaksanaannya juga didukung oleh Unit Layanan Disabilitas yang membantu mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aksesibilitas, peserta penyandang disabilitas dapat diantar menggunakan kendaraan hingga titik drop-off di lobi Gedung Tahir melalui akses portal yang dibuka khusus. Selanjutnya, peserta dapat memasuki gedung melalui jalur landai atau ramp yang tersedia dengan pendampingan keluarga menuju lokasi ujian. FK-KMK UGM juga menyediakan kursi roda serta sejumlah alat bantu lain yang diperlukan guna menunjang kenyamanan peserta selama mengikuti ujian.
Pelaksanaan ujian masuk UGM CBT di FK-KMK UGM memanfaatkan empat laboratorium komputer yang tersebar di lingkungan fakultas. Laboratorium yang berada di Gedung Pascasarjana Tahir Foundation secara khusus diperuntukkan bagi peserta penyandang disabilitas agar kebutuhan aksesibilitas dapat terpenuhi secara optimal. Melalui penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas, FK-KMK UGM menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi seluruh calon mahasiswa, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, serta SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan sistem layanan pendidikan yang adil, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan seluruh peserta. (Humas/Sitam).



