FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan acara Serah Terima Jabatan Ketua Board PKMK FK-KMK UGM di Auditorium Gedung Tahir Lantai 8 FK-KMK UGM, Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 13 Mei 2026 ini dihadiri oleh jajaran dekanat FK-KMK UGM, perwakilan pusat kajian di lingkungan fakultas, para peneliti, dosen, konsultan, asisten peneliti, serta tenaga kependidikan dari PKMK dan Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PKMK FK-KMK UGM, Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes., MAS. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. yang telah mengabdikan diri dan memimpin PKMK selama puluhan tahun hingga berkembang menjadi salah satu pusat kajian kesehatan yang berpengaruh di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai dinamika serta tantangan organisasi di masa mendatang.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan FK-KMK UGM, Prof. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH. Prof. Yodi menyoroti kontribusi PKMK dalam menghasilkan berbagai riset, publikasi ilmiah, serta dampak kebijakan kesehatan yang telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai rekomendasi dan dokumen kebijakan yang dihasilkan PKMK tidak hanya menjadi rujukan di Indonesia, tetapi juga digunakan oleh berbagai lembaga dan organisasi internasional. Ia juga menilai kepemimpinan Prof. Laksono berhasil menjadikan PKMK sebagai pusat kajian yang aktif, produktif, dan mampu menjadi teladan bagi unit kajian lainnya di lingkungan FK-KMK UGM.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Laksono Trisnantoro menyampaikan paparan bertajuk “Catatan Ringkas 30 Tahun sebagai Pimpinan PKMK FK-KMK UGM Periode 1997–2026”. Dalam refleksinya, Prof. Laksono membagikan berbagai pengalaman selama memimpin PKMK, termasuk pentingnya keberanian mengambil risiko dalam menjalankan peran sebagai akademisi dan konsultan. Menurutnya, seorang konsultan harus mampu memberikan solusi terbaik bagi klien dengan tetap berpegang pada integritas ilmiah, meskipun tidak jarang menghadapi kritik maupun tantangan dalam proses implementasinya.
Paparan tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari sejumlah tokoh. Prof. Yodi Mahendradhata menyampaikan lima pelajaran penting yang dapat menjadi fondasi keberlanjutan organisasi, yaitu membangun sistem yang kuat, mendorong kemajuan secara berkelanjutan, mengelola berbagai pilihan yang kontradiktif, menetapkan target ambisius yang relevan, serta mempersiapkan kader kepemimpinan yang unggul.
Sementara itu, dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. menekankan pentingnya menjaga kolaborasi dalam proses regenerasi organisasi. Menurutnya, keberlanjutan sebuah institusi sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga kesinambungan antara pengalaman generasi sebelumnya dengan inovasi yang dibawa generasi baru. Hal serupa juga disampaikan oleh Dr. Andreasta Meliala yang menyoroti pentingnya membaca peluang-peluang kecil yang berpotensi berkembang menjadi kekuatan besar bagi organisasi. Ia juga mengajak seluruh sivitas PKMK untuk terus memperluas jejaring sebagai modal penting dalam mempertahankan eksistensi dan relevansi organisasi di masa depan.
Puncak acara ditandai dengan prosesi simbolis serah terima jabatan Ketua Board PKMK FK-KMK UGM dari Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. kepada dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. melalui pemotongan tumpeng dan foto bersama. Prosesi tersebut menjadi simbol berlanjutnya estafet kepemimpinan sekaligus komitmen untuk terus mengembangkan PKMK sebagai pusat unggulan dalam bidang kebijakan dan manajemen kesehatan.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui kontribusi PKMK dalam pengembangan kebijakan dan sistem kesehatan yang mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan riset, pembelajaran, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Ubaid Hawari).




