Museum Biopaleoantropologi FK-KMK UGM Menerima Kunjungan FK UNHAS

FK-KMK UGM. Museum Biopaleoantropologi FK-KMK UGM menerima kunjungan dari delegasi FK Unhas pada 7 Mei 2026. Kunjungan ke Museum Bio-Paleoantropologi menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta. Dipimpin oleh Kepala Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis FK UNHAS, Dr. dr. Andi Muh. Takdir Musba, Sp.An-KMN, rombongan mengamati berbagai koleksi ilmiah yang merekam perjalanan evolusi manusia.

Museum ini menyimpan warisan akademik almarhum Prof. Teuku Jacob, paleoantropolog Indonesia yang dikenal luas atas kontribusinya dalam penelitian evolusi manusia di tingkat internasional. Delegasi berkesempatan melihat koleksi fosil manusia purba, replika tengkorak, hingga dokumentasi penelitian yang menggambarkan perkembangan ilmu paleoantropologi di Indonesia.

Prof. Dr. dr. Deviana Soraya Riu, Sp.OG., Subsp.KFM., MHPE turut menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan museum edukatif tersebut. Menurutnya, museum berbasis ilmu pengetahuan memiliki nilai strategis dalam mendukung pembelajaran, penelitian, dan edukasi publik sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh sivitas akademika, tetapi juga masyarakat luas.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Museum Anatomi FK-KMK UGM yang menjadi pusat pembelajaran anatomi bagi mahasiswa kedokteran. Di lokasi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai koleksi yang mendukung pemahaman struktur tubuh manusia, fungsi organ, serta penerapan ilmu anatomi dalam praktik medis. Kehadiran museum tersebut memperkuat proses pembelajaran yang menghubungkan teori dengan pengalaman langsung di lapangan.

Selain menjadi sarana edukasi, kunjungan ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas antara FK-KMK UGM dan FK UNHAS. Pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan pendidikan, museum edukasi, dan implementasi AHS diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi baru yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan kedokteran nasional.

Kunjungan akademik FK UNHAS ke FK-KMK UGM menunjukkan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperkuat mutu pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan. Melalui diskusi akademik, observasi fasilitas pembelajaran, serta eksplorasi museum edukatif, kedua institusi memperoleh ruang untuk saling belajar dan mengembangkan praktik terbaik yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kesehatan masa depan.

Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dari upaya peningkatan mutu pembelajaran kedokteran melalui pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antarperguruan tinggi. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui pengembangan fasilitas edukasi dan inovasi pembelajaran. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dalam kolaborasi antara FK-KMK UGM dan FK UNHAS untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan kesehatan di Indonesia. (Kontributor: Ilham Novitasari).