FK-KMK UGM Bekali Mahasiswa Magister Kebidanan dengan Pengalaman Akademik di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Kebidanan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan magang akademik bagi mahasiswa Angkatan III di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebagai upaya memperkuat kompetensi akademik, memperluas wawasan pendidikan kesehatan, serta meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tata kelola pendidikan kebidanan berbasis praktik dan mutu. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung yang memungkinkan mahasiswa memahami implementasi sistem pendidikan tenaga kesehatan secara komprehensif, mulai dari pengelolaan laboratorium hingga pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan mengikuti berbagai sesi pembelajaran dan observasi yang dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai pengelolaan institusi pendidikan kesehatan. Salah satu agenda penting adalah sharing session bersama dosen bidang laboratorium yang membahas peran strategis laboratorium dalam mendukung proses pembelajaran praktik di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Pada sesi ini dijelaskan bahwa laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan keterampilan klinik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa juga melakukan observasi terhadap berbagai fasilitas laboratorium yang dimiliki institusi tersebut. Beragam laboratorium yang dikunjungi meliputi laboratorium Keterampilan Dasar Klinik Kebidanan (KDKK), Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), Bayi Baru Lahir (BBL), pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, kebidanan komunitas, parentcraft education, hingga laboratorium Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Keberadaan fasilitas yang lengkap tersebut memberikan gambaran mengenai sistem pembelajaran praktik yang terintegrasi dan dirancang sesuai tahapan pelayanan kebidanan.

Selain mempelajari fasilitas pembelajaran, mahasiswa juga mendalami sistem pengelolaan laboratorium yang diterapkan. Pembelajaran mencakup proses perencanaan kebutuhan alat, pengadaan bahan habis pakai, inventarisasi, pemeliharaan peralatan, hingga kalibrasi alat secara berkala. Mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan pembelajaran praktik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh sistem manajemen yang terstruktur dan didukung sumber daya manusia yang kompeten. Dalam hal ini, peran Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan laboratorium pendidikan.

Kegiatan magang juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mempelajari implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta sistem penjaminan mutu laboratorium pendidikan. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa memahami pentingnya integrasi antara sarana yang memadai, tata kelola yang baik, serta penerapan SOP yang konsisten guna mendukung proses pembelajaran yang aman dan berkualitas.

Tidak hanya berfokus pada aspek laboratorium, mahasiswa turut melakukan studi dokumen akademik yang mencakup kurikulum, SOP pembelajaran, serta instrumen evaluasi berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini memberikan wawasan mengenai pengembangan sistem pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran, pemanfaatan teknologi dalam evaluasi akademik, serta transformasi tata kelola pendidikan yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan layanan kesehatan.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi calon tenaga kesehatan yang akan berperan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas mahasiswa, pembelajaran berbasis praktik, serta penguatan sistem. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan infrastruktur pendidikan kesehatan yang modern dan adaptif. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antarinstitusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.(Kontributor: Titin).