FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berkontribusi dalam penguatan program kesehatan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM, AIFO-K sebagai narasumber dalam kegiatan Koordinasi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (TP UKS/M) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 19 Mei 2026 di Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial Dinas Kesehatan DIY ini dihadiri oleh Tim Pembina UKS/M dari berbagai instansi sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi program kesehatan di lingkungan sekolah dan madrasah di wilayah DIY.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Denny menyampaikan materi bertajuk “Be Active Be Healthy: Inisiasi Aktivitas Fisik Sejak Dini melalui Health Promoting School”. Materi ini menyoroti pentingnya membangun budaya hidup aktif sejak usia sekolah melalui pendekatan Health Promoting School (HPS), yaitu konsep sekolah yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung kesehatan fisik, mental, dan sosial seluruh warga sekolah.
Pada awal pemaparannya, Prof. Denny menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup modern telah membawa tantangan baru bagi kesehatan anak dan remaja. Meningkatnya waktu penggunaan gawai, berkurangnya aktivitas fisik, serta tingginya perilaku sedentari menjadi faktor yang berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, gangguan kebugaran, hingga meningkatnya risiko penyakit tidak menular di masa mendatang.
Menurutnya, kebiasaan hidup sehat yang dibangun sejak usia sekolah memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kesehatan seseorang pada masa dewasa. Oleh karena itu, sekolah perlu menjadi ruang yang mampu mendorong siswa untuk aktif bergerak dan membangun pola hidup sehat secara berkelanjutan.
Prof. Denny juga memaparkan berbagai manfaat aktivitas fisik bagi siswa. Selain membantu menjaga kebugaran dan meningkatkan daya tahan tubuh, aktivitas fisik berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan konsentrasi belajar, menjaga kesehatan mental, serta mengurangi risiko berbagai penyakit kronis. Ia menjelaskan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin mampu memberikan dampak positif terhadap fungsi jantung, pembuluh darah, sistem otot dan tulang, metabolisme tubuh, hingga fungsi kognitif dan kesehatan psikologis.
Dalam pemaparannya, ia turut mengulas rekomendasi aktivitas fisik bagi anak dan remaja berdasarkan pedoman World Health Organization (WHO). Aktivitas fisik yang cukup dan dilakukan secara teratur dinilai menjadi salah satu investasi kesehatan jangka panjang yang perlu dibiasakan sejak usia dini.
Lebih lanjut, Prof. Denny menekankan bahwa penerapan aktivitas fisik di sekolah harus mempertimbangkan karakteristik masing-masing siswa. Pemilihan jenis olahraga dan aktivitas perlu disesuaikan dengan usia, tingkat kebugaran, komposisi tubuh, serta kemampuan fisik individu. Pendekatan yang tepat akan membuat siswa lebih nyaman, termotivasi, dan menikmati aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui promosi aktivitas fisik dan pembiasaan gaya hidup sehat bagi anak dan remaja untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular sejak dini, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan, kesejahteraan, dan proses pembelajaran, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Dinas Kesehatan DIY, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan program sekolah sehat yang berkelanjutan. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).




