Wisudawan Terbaik dari FK-KMK UGM Peraih IPK 4.0 Beri Sambutan pada Wisuda Sarjana & Sarjana Terapan Periode III Tahun Akademik 2025/2026

FK-KMK UGM. Pada Wisuda Program Sarjana & Sarjana Terapan Periode III Tahun Akademik 2025/2026, Kamis (21/5/2026), tiga mahasiswa Program Studi Kedokteran FK-KMK UGM menjadi wisudawan terbaik. Ketiga mahasiswa tersebut berhasil meraih gelar Sarjana Kedokteran dengan IPK 4.00. Mereka adalah Kharisa Rasikhatul Hikmah, Tegar Rinang Pratama, dan Ashifa Jasmine. Dalam momen wisuda, Tegar berkesempatan mewakili para wisudawan Periode III Tahun Akademik 2025/2026 untuk memberikan sambutan.

Ngelmu iku kalakone kanthi laku”; sebuah kalimat pembuka yang dipilih oleh Tegar, menggambarkan bahwa ilmu bukan sekadar apa yang dipelajari dan dihafalkan, melainkan juga sesuatu yang perlahan membentuk cara seseorang berpikir, bersikap, bertahan, dan memperlakukan sesama manusia. Momen yang dahulu terasa seperti sesuatu yang sulit digapai, ternyata berhasil dicapai oleh Tegar dan para wisudawan lainnya; buah dari perjalanan yang tidak selalu mudah dan perjalanan panjang untuk terus belajar menjalani laku itu sendiri.

Tegar mengungkapkan, sebagai lulusan Kedokteran, ia sempat mengira bahwa ilmu dimaknai dengan nilai mata kuliah yang tinggi dan kemampuan menghafal atau menjawab soal dengan benar. Namun, selama menjalani pendidikan, Tegar perlahan memahami bahwa ada banyak yang hal tak bisa diukur dengan angka. Ilmu hadir dalam malam-malam panjang menjelang ujian, dalam rasa lelah yang datang berulang kali, dalam kegagalan memahami materi yang terasa sulit, atau dalam proses menerima bahwa ia tidak harus kuat setiap saat.

“Bagi kami yang belajar di dunia kedokteran, ilmu juga hadir ketika kita mulai memahami manusia lain, memahami rasa takut pasien, kecemasan keluarga, dan kenyataan bahwa di balik setiap diagnosis, ada seseorang yang sedang bertahan dalam hidupnya. Mungkin itulah makna ‘laku’ yang sebenarnya, bahwa setiap dari kita telah berjalan melalui perjuangannya masing-masing,” kata Tegar.

Tegar mengungkapkan, dirinya berbangga terhadap keberhasilan seluruh wisudawan yang telah menghadapi banyak tantangan dalam perjalanan. Ia juga berterima kasih kepada para orang tua wisudawan yang turut berjuang dalam doa, para dosen yang membimbing dengan sabar, sahabat yang saling menguatkan, hingga kesempatan-kesempatan yang membuat para wisudawan dapat melanjutkan pendidikan.

“Izinkanlah kita berhenti sejenak, bukan hanya untuk merayakan pencapaian pribadi, tetapi juga untuk mengingat semua orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” ujarnya.

Tegar mengatakan bahwa di dunia yang bergerak begitu cepat, generasinya seringkali didorong untuk menjadi pribadi yang paling unggul, paling cepat, dan paling sempurna. Namun, baginya, pendidikan mengajarkan sesuatu yang jauh lebih penting. Semakin banyak dia belajar, dia semakin menyadari bahwa masih banyak hal yang belum dia pahami.

Meskipun begitu, menurut Tegar, justru di situlah letak makna pendidikan yang sebenarnya—bukan untuk membuat seseorang merasa paling tahu, tetapi membuat seseorang tetap merasa rendah hati untuk terus belajar. “Sebagai calon dokter, saya berharap kita tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga manusia yang mampu hadir dengan empati. Sebab, dunia tidak hanya membutuhkan orang yang pintar, tetapi juga mau mendengar, memahami, dan peduli,” tuturnya.

Tegar berharap, gelar yang telah dia dan para wisudawan lainnya raih tidak menjadi pencapaian pribadi semata, tetapi turut hadir dalam tindakan, cara memperlakukan sesama, dan keberanian untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat. Ilmu sejati bukan tentang apa yang diketahui, tetapi bagaimana menjalaninya, imbuhnya.

Mugi kulo panjenengan tansah saged dados pribadi ingkang andhap asor ing budi, landep ing penggalih, lan uyar ing manah (Semoga kita selalu bisa menjadi pribadi yang berbudi pekerti rendah hati, berpikiran tajam, dan berdada lapang),” tutup Tegar, disambut sorak para wisudawan.

Capaian mahasiswa Kedokteran FK-KMK UGM sebagai wisudawan terbaik dan peraih IPK 4.00 berkontribusi dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Prestasi ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena keberhasilan mencetak lulusan terbaik di bidang Kedokteran berkontribusi langsung pada penyediaan tenaga kesehatan masa depan yang berkualitas dan kompeten. Capain tersebut juga mencerminkan SDG 4: Pendidikan Berkualitas karena kelulusan mahasiswa dengan predikat terbaik dan IPK sempurna (4.00) menunjukkan adanya pemastian kualitas pendidikan yang tinggi, inklusif, dan, kompetitif di tingkat universitas. (Penulis: Citra/Humas)