FK-KMK UGM Selenggarakan Workshop MIS untuk Perkuat Keterampilan Bedah Ginekologi Modern

FK-KMK UGM. Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi Peminatan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (FER), FK-KMK UGM menyelenggarakan Workshop Minimally Invasive Surgery (MIS) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi klinis mahasiswa subspesialis. Kegiatan yang ditujukan bagi peserta didik Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi peminatan FER ini menjadi sarana pembelajaran terintegrasi untuk memperkuat keterampilan bedah ginekologi modern, khususnya tindakan laparoskopi.

Workshop ini diselenggarakan di Yogyakarta pada 26 April 2026 sebagai bagian dari penguatan kurikulum berbasis kompetensi dalam pendidikan dokter subspesialis. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman belajar yang mengombinasikan pemahaman teoritis dan praktik langsung guna mendukung kesiapan klinis di masa mendatang.

Minimally invasive surgery, khususnya laparoskopi, saat ini menjadi salah satu kompetensi penting dalam penanganan berbagai kasus ginekologi. Teknik bedah ini memungkinkan intervensi yang lebih efektif dengan luka operasi minimal, risiko komplikasi yang lebih rendah, serta proses pemulihan pasien yang relatif lebih cepat. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan MIS menjadi kompetensi inti yang perlu dimiliki oleh dokter subspesialis Obstetri dan Ginekologi peminatan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi.

Pelaksanaan workshop dirancang dalam kurikulum bertahap yang terdiri atas tiga level pembelajaran. Skema tersebut dikembangkan untuk membangun fondasi pengetahuan dan keterampilan peserta secara sistematis, mulai dari penguasaan konsep dasar hingga kemampuan praktik yang lebih kompleks.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi dari dosen dan pakar terkait prinsip dasar minimally invasive surgery, termasuk konsep endoskopi ginekologi, penggunaan instrumen, serta teknik pemanfaatan sumber energi pada tindakan bedah. Setelah sesi teori, peserta mengikuti pelatihan melalui metode dry lab dan wet lab.

Pada sesi wet lab, pelatihan menggunakan model hewan coba babi yang umum dipakai dalam pendidikan bedah karena memiliki kemiripan anatomi tertentu dengan manusia. Peserta berlatih memahami konsep safe entry, teknik pneumoperitoneum, identifikasi dan penanganan komplikasi, hingga praktik laparoskopi diagnostik. Seluruh proses pelatihan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan prinsip etika penelitian dan kesejahteraan hewan yang berlaku.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan fasilitiator, di antaranya Dr. dr. Shofwal Widad, Sp.OG, Subsp.F.E.R.; dr. Agung Dewanto, Sp.OG, Subsp.F.E.R., PhD; dr. Muhammad Lutfi, Sp.OG, Subsp.F.E.R.; Dr. dr. M. Nurhadi Rahman, Sp.OG, Subsp.Urogin Re.; serta dr. Sarrah Ayuandari, PhD, Sp.OG.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, FK-KMK UGM berupaya menjembatani kebutuhan antara pembelajaran teori dan keterampilan praktik yang sering menjadi tantangan dalam pendidikan subspesialis. Penguatan kompetensi teknis diharapkan mampu menghasilkan lulusan subspesialis FER yang siap memberikan pelayanan bedah ginekologi yang aman, efektif, dan berkualitas.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kompetensi dokter dalam penerapan teknik bedah minimal invasif yang lebih aman dan efektif guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang aplikatif, berbasis kompetensi, dan relevan dengan perkembangan praktik klinis modern. (Kontributor: Munjayati).