FK-KMK UGM. Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran di Luar Program Studi (PLPS) melalui Program Magang Terapi “Su Jok” sebagai bagian dari integrasi pendidikan, pelayanan, dan penelitian. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa keperawatan angkatan 2023 di Puskesmas Gondomanan, Yogyakarta, dengan melibatkan intervensi langsung kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian berbasis praktik. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026 selama hampir tiga jam dengan supervisi langsung dari Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.NSc., Ph.D., selaku Ketua PLPS Program Magang Terapi “Su Jok”.
Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa, tidak hanya dalam memahami teori terapi “Su Jok”, tetapi juga dalam menerapkannya secara langsung kepada klien. Pendekatan ini menggabungkan aspek pembelajaran akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas penelitian melalui pengumpulan dan interpretasi data klinis sederhana. Sejak dimulai pada Maret 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 1.000 kasus klien di berbagai lokasi praktik, menunjukkan keberlanjutan dan dampak nyata dari kegiatan tersebut.
Selama pelaksanaan di Puskesmas Gondomanan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Tidak hanya pasien yang sedang menunggu layanan medis, tetapi juga pendamping pasien turut tertarik untuk mengikuti terapi. Mayoritas keluhan yang ditangani berkaitan dengan nyeri pada ekstremitas atas dan bawah, seperti nyeri bahu, lengan, lutut, pergelangan, hingga jari tangan dan kaki. Keluhan ini umumnya disebabkan oleh kelelahan fisik, aktivitas berulang, maupun perubahan degeneratif seiring bertambahnya usia.
Dalam praktiknya, mahasiswa menerapkan berbagai teknik terapi, seperti pemijatan menggunakan probe, penempelan biji chia dan magnet, serta penggunaan Elastic Wire Colour and Terawave Therapy (EWCT) berwarna biru pada area tangan dan kaki. EWCT merupakan inovasi terapi yang dikembangkan oleh Prof. Intansari Nurjannah pada tahun 2025, yang digunakan untuk membantu meredakan nyeri melalui stimulasi titik refleksi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan klinis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai profesionalisme yang terangkum dalam prinsip Competence, Altruism, Respect, dan Empathy (CARE). Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi perawat masa depan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik dan berorientasi pada pasien.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan intervensi terapi nonfarmakologis untuk mengurangi keluhan nyeri. SDG 4: Pendidikan Berkualitas terlihat dari pembelajaran berbasis praktik yang memperkuat kompetensi mahasiswa keperawatan secara langsung di lapangan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan terlihat dari kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan berbasis komunitas. (Kontributor: Aulia Mayshalwa Az Zahra, Christine Chintia Tesalonika dan Prof. Intansari Nurjannah, SKp., MNSc., PhD).



