FK-KMK UGM Peringati Purple Day 2026 untuk Tingkatkan Kesadaran Epilepsi Anak

FK-KMK UGM. Divisi Neurologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan peringatan Purple Day 2026 sebagai bagian dari Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia. Kegiatan ini digelar di Rumah Sakit Akademik UGM sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mengurangi stigma terhadap epilepsi, khususnya pada anak. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026 ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari orang tua dan anak-anak penyandang epilepsi. Mengusung tema “If I Can, You Can,” acara ini dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus dukungan psikososial bagi keluarga.

Dalam sesi edukasi, dr. Muhammad Tsani Arsyad, M.Med.Sc, Sp.A, dokter spesialis anak dari Divisi Neurologi RSA UGM, menyampaikan bahwa epilepsi merupakan kondisi neurologis yang dapat dikelola dengan baik apabila didiagnosis secara tepat dan ditangani secara konsisten. Ia menjelaskan bahwa sekitar 65 persen kasus epilepsi pada anak dapat dikontrol sehingga anak tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk bersekolah dan berprestasi. Penjelasan ini memberikan harapan sekaligus pemahaman baru bagi orang tua mengenai pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan jangka panjang.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman antar keluarga. Interaksi tersebut memberikan dampak positif dalam mengurangi rasa terisolasi yang kerap dialami oleh keluarga dengan anak penyandang epilepsi. Diskusi yang berlangsung hangat memperkuat solidaritas antar peserta sekaligus menjadi sarana pertukaran informasi praktis dalam menghadapi tantangan sehari-hari.

Melalui pendekatan yang tidak hanya informatif tetapi juga suportif, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana yang inklusif dan memberdayakan. Pesan utama yang diangkat menegaskan bahwa epilepsi bukanlah hambatan untuk meraih kehidupan yang produktif dan bermakna.

Peringatan Purple Day 2026 menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat dukungan sosial bagi anak penyandang epilepsi dan keluarganya. Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi penyintas epilepsi.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan akses edukasi dan layanan kesehatan bagi anak dengan epilepsi guna meningkatkan kualitas hidup mereka. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam dorongan agar anak penyandang epilepsi tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan. SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya mengurangi stigma, diskriminasi, serta kesenjangan sosial terhadap penyintas epilepsi. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dari kolaborasi antara tenaga medis, keluarga, dan komunitas dalam membangun sistem dukungan yang inklusif dan berkelanjutan. (Kontributor: Muhammad N. Afif).