FK-KMK UGM. Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik (Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit/CEBU) menyelenggarakan hari kedua Workshop Metodologi Penelitian Departemen Ilmu Penyakit Dalam sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi residen semester akhir dalam merancang, melaksanakan, menganalisis, serta mempublikasikan penelitian klinis yang berkualitas. Kegiatan ini ditujukan untuk membekali peserta dengan pemahaman metodologi penelitian yang komprehensif sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang mendukung pengembangan ilmu kedokteran berbasis bukti. Workshop hari kedua dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 di Yogyakarta.
Peserta memperoleh pembekalan mengenai penelitian eksperimental dan penelitian kualitatif. Materi ini memberikan pemahaman mengenai karakteristik masing-masing desain penelitian, kelebihan dan keterbatasannya, serta pertimbangan dalam memilih metode yang sesuai dengan pertanyaan penelitian. Selain itu, peserta diajak memahami bagaimana pendekatan penelitian tersebut dapat diterapkan dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan yang ditemui dalam praktik klinis maupun pelayanan kesehatan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penyusunan manuskrip ilmiah untuk publikasi dan pengelolaan referensi menggunakan perangkat reference manager. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan mengolah hasil penelitian menjadi artikel ilmiah yang sistematis, mudah dipahami, serta memenuhi standar publikasi internasional. Di samping itu, peserta juga memperoleh keterampilan dalam mengelola sitasi dan daftar pustaka secara efektif sehingga proses penulisan karya ilmiah menjadi lebih efisien dan akurat.
Selanjutnya, workshop membahas berbagai metode penelitian lanjutan yang semakin banyak digunakan dalam dunia kedokteran berbasis bukti. Peserta mempelajari penelitian prognostik menggunakan pendekatan survival analysis, penelitian uji diagnostik, systematic review, meta-analysis, hingga analisis data penelitian klinis. Melalui materi tersebut, peserta dibekali kemampuan untuk memilih metode analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian, mengevaluasi kualitas bukti ilmiah, serta menginterpretasikan hasil penelitian secara tepat untuk mendukung pengambilan keputusan klinis.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan penelitian klinis yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis bukti. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan meningkatkan kompetensi akademik dan kapasitas penelitian tenaga kesehatan melalui pembelajaran berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan budaya riset, inovasi, dan publikasi ilmiah di bidang kesehatan. (Kontributor: Grace Sandy Br Barus).




