Program EQUITY FK-KMK UGM Ajak Peer Supporter Belajar Pencegahan Merokok melalui Kunjungan Edukatif ke Museum Bio-Paleoantropologi

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan edukatif ke Museum Bio-Paleoantropologi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan EQUITY Community Development bertajuk Adaptasi dan Pengembangan Model ASSIST Berbasis Pemberdayaan Alumni Peer Supporter untuk Pencegahan Merokok Remaja. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026 ini diikuti sekitar 50 siswa beserta guru pendamping dari SMP Negeri 1 Mertoyudan dan SMP Muhammadiyah Muntilan.

Melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Center of Health Behavior and Promotion (CHBP) FK-KMK UGM tersebut, para peserta diajak memperluas wawasan mengenai kesehatan, perilaku hidup sehat, serta perjalanan evolusi manusia melalui pengalaman belajar yang interaktif di museum. Kegiatan ini menjadi bagian dari apresiasi sekaligus refleksi bagi para Peer Supporter yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan, pendampingan, dan implementasi program pencegahan merokok berbasis teman sebaya di sekolah masing-masing.

Program EQUITY Community Development dikembangkan sebagai respons terhadap tingginya prevalensi perokok usia remaja di Indonesia. Melalui adaptasi model ASSIST (A Stop Smoking in Schools Trial) yang telah terbukti efektif di berbagai negara, CHBP FK-KMK UGM berupaya memperkuat pemberdayaan remaja sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Pendekatan berbasis teman sebaya dipilih karena berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengaruh teman sebaya memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk perilaku remaja, termasuk dalam mencegah kebiasaan merokok.

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan program, para peserta diajak mengikuti kunjungan edukatif sebagai sarana memperluas perspektif mengenai kesehatan. Di Museum Bio-Paleoantropologi FK-KMK UGM, mereka menelusuri berbagai koleksi fosil, replika manusia purba, panel informasi, hingga media interaktif yang menggambarkan perjalanan panjang evolusi manusia. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa perkembangan kesehatan manusia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga oleh perilaku, lingkungan, dan perubahan sosial yang berlangsung sepanjang sejarah.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman di museum. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan museum sebagai media inovatif dalam pendidikan sains dan kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, sekolah, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan kesehatan bagi generasi muda. (Kontributor: Ilham Novitasari).