FK-KMK UGM. Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi menyelenggarakan kegiatan Perkenalan Residen Baru Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi Angkatan Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Tahir FK-KMK UGM pada Jumat, 24 Juli 2026 ini dihadiri oleh pimpinan departemen, pengelola program studi, dosen, residen baru, serta keluarga peserta.
Sebanyak 13 residen baru secara resmi diperkenalkan kepada sivitas akademika Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM. Para residen berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk seorang peserta yang berasal dari Serui, Papua Pegunungan. Keberagaman asal peserta mencerminkan komitmen program studi dalam menghadirkan pendidikan spesialis yang inklusif dan menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM, Prof. dr. R. Detty Siti Nurdiati, M.P.H., Ph.D., Sp.OG., Subsp.K.Fm., menegaskan pentingnya menjunjung tinggi integritas, disiplin, profesionalisme, serta etika profesi selama menjalani pendidikan spesialis. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan utama dalam membentuk dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM, Dr. dr. Moh. Nailul Fahmi, Sp.OG., Subsp.Onk., memaparkan gambaran umum mengenai kurikulum pendidikan yang akan ditempuh para residen. Paparan tersebut mencakup struktur kurikulum berbasis kompetensi, tahapan pendidikan, sistem evaluasi, mekanisme pembimbingan, hingga pembinaan profesional yang dirancang sesuai standar nasional maupun internasional.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kualitas pendidikan dokter spesialis yang berkontribusi pada peningkatan pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan spesialis berbasis kompetensi dan profesionalisme. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan didukung melalui kesempatan pendidikan yang inklusif bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dari kolaborasi antara program studi, sivitas akademika, dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan dokter spesialis. (Kontributor: Munjayati).




