FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kedatangan mahasiswa mancanegara dalam rangkaian Short Visit Program for United Arab Emirates University (UAEU) Students pada Selasa (22/9) di Ruang 2.5 A.B, Gedung Tahir. Delegasi United Arab Emirates University (UAEU) hadir langsung ke kampus FK-KMK UGM untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang guna memperkenalkan ekosistem pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di fakultas tersebut.
Kedatangan 15 mahasiswa UAEU didampingi oleh Dr. Moath Bataineh selaku Associate Professor dan Ms. Salma Alhebshi, instruktur dari Departemen Gizi dan Kesehatan, yang turut membersamai delegasi UAEU sepanjang rangkaian kunjungan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pendidikan dan riset kesehatan antara kedua institusi lintas benua, sekaligus menjadi awal dari rangkaian sambutan yang telah disiapkan FK-KMK UGM untuk menerima mereka.
Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D. Dalam sambutannya, dr. Hamim menyampaikan harapannya agar kunjungan ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan. “Kami sangat berharap dapat bertemu kembali dan mendiskusikan apa yang dapat kita lakukan di masa depan terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Saya pikir kunjungan singkat dari mahasiswa sangat penting. Tentu saja, kami berharap ini akan diikuti oleh kegiatan-kegiatan lainnya,” ujarnya.
Harapan senada juga disampaikan oleh Dr. Moath Bataineh yang mewakili UAEU. Ia menegaskan antusiasmenya untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih konkret pasca kunjungan ini, “kami berharap dapat menjalin kolaborasi yang sangat bermanfaat yang dapat meningkatkan penelitian Anda, pengajaran kami di masa mendatang,” katanya.
Para mahasiswa UAEU kemudian diajak menjelajahi Museum Biopaleoantropologi dan Anatomi FK-KMK UGM dalam sesi tur fakultas yang dipandu langsung oleh mahasiswa AMSA. Melalui koleksi yang tersimpan di museum tersebut, delegasi UAEU memperoleh gambaran mengenai perkembangan ilmu anatomi dan biopaleoantropologi yang menjadi bagian penting dari kurikulum kedokteran di UGM.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan kegiatan yang tidak kalah menarik, yaitu lokakarya di Laboratorium Departemen Gizi Kesehatan yang dipandu oleh Dr. Artnice Mega Fathima, S.Si., M.Eng. Pada sesi ini, mahasiswa UAEU tidak hanya mempelajari praktik keilmuan gizi yang diterapkan di FK-KMK UGM, tetapi juga turut mempraktikkan langsung pembuatan tumpeng nasi kuning dan kolak, dua sajian khas Indonesia yang sekaligus memperkenalkan mereka pada kandungan dan nilai gizi di balik hidangan tersebut. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi jejaring bersama sivitas akademika FK-KMK UGM.
Kunjungan singkat ini menegaskan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui pertukaran pengetahuan lintas negara semacam ini, FK-KMK UGM berupaya memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang terbuka terhadap kolaborasi global, sekaligus membuka peluang kerja sama riset dan pendidikan yang lebih luas di masa mendatang. (Reporter: Balanca Qolta).


