FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan penelitian mengenai komposisi tubuh sebagai prediktor obesitas dan performa fisik masyarakat dewasa di Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, sebagai upaya menghadirkan pendekatan yang lebih akurat dalam mendeteksi risiko obesitas dan mendukung pengembangan strategi pencegahan penyakit kronis berbasis bukti. Penelitian bertajuk “Komposisi Tubuh sebagai Prediktor Obesitas dan Performa Fisik Penduduk Umur 18–65 Tahun di Kecamatan Rongkop, Gunungkidul” ini dipimpin oleh tim peneliti Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM.
Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada 23–24 Mei 2026 di Kalurahan Semugih, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini melibatkan sekitar 180 penduduk laki-laki dan perempuan berusia 18 hingga 70 tahun yang mengikuti berbagai rangkaian pengukuran antropometri untuk memperoleh gambaran komposisi tubuh dan performa fisik secara komprehensif.
Penelitian ini berangkat dari meningkatnya prevalensi obesitas yang kini menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di tingkat global. Selama ini, penentuan obesitas umumnya masih mengandalkan berat badan atau Indeks Massa Tubuh (IMT). Padahal, kedua indikator tersebut belum sepenuhnya mampu menggambarkan kondisi kesehatan seseorang karena tidak membedakan proporsi lemak tubuh, massa otot, maupun jaringan tubuh lainnya.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2022 sekitar satu dari delapan penduduk dunia mengalami obesitas. Lebih dari 2,5 miliar orang dewasa mengalami kelebihan berat badan, sementara sekitar 890 juta orang telah masuk kategori obesitas. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, hingga kematian dini. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih tepat dalam mengidentifikasi obesitas menjadi kebutuhan penting dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Ketua tim peneliti, Janatin Hastuti, S.Si., M.Kes., Ph.D., bersama tim Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM menilai bahwa pengukuran komposisi tubuh mampu memberikan informasi yang lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan berat badan. Melalui pengukuran ini, peneliti dapat mengetahui proporsi lemak tubuh, massa otot, serta komponen jaringan lainnya yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang. Informasi tersebut diharapkan mampu menjadi dasar dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan risiko obesitas secara lebih tepat.
Selain mengukur komposisi tubuh, penelitian ini juga mengevaluasi performa fisik masyarakat dewasa. Aspek tersebut dinilai penting mengingat perubahan gaya hidup yang semakin sedentari menyebabkan aktivitas fisik masyarakat cenderung menurun. Penurunan aktivitas fisik berpotensi memengaruhi kebugaran, kemampuan motorik, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif.
Pemilihan Kalurahan Semugih, Kecamatan Rongkop, sebagai lokasi penelitian didasarkan pada karakteristik wilayah yang unik, baik dari sisi antropologi biologis maupun sejarah kependudukan. Kawasan ini diyakini memiliki jejak migrasi manusia purba yang menjadikannya menarik untuk dikaji dari perspektif kesehatan masyarakat. Mayoritas penduduk yang berasal dari suku Jawa dengan karakteristik biologis dan lingkungan yang khas juga memberikan peluang bagi peneliti untuk memahami hubungan antara faktor biologis, lingkungan, aktivitas fisik, dan komposisi tubuh terhadap risiko obesitas.
Penelitian ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan bukti ilmiah untuk meningkatkan deteksi dini obesitas serta pencegahan penyakit tidak menular. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan melalui riset yang inovatif dan berbasis data. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan metode penelitian kesehatan yang lebih akurat untuk mendukung inovasi di bidang kesehatan masyarakat. (Kontributor: Ilham Novitasari/ Editor: Janatin Hastuti).




