Mahasiswa FK-KMK UGM Perkuat Pembelajaran Kesehatan Kerja melalui Kunjungan Industri ke PT Madubaru dan Kasongan

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) FK-KMK UGM melakukan kunjungan ke PT Madubaru (PG. PS. Madukismo) dan Eduwisata Gerabah Kasongan, Bantul. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung mengenai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kesehatan lingkungan, serta promosi kesehatan pada sektor industri formal maupun informal sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa kesehatan masyarakat.

Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa MKM Angkatan 2025 dari berbagai peminatan, yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kesehatan Lingkungan (Kesling), serta Perilaku dan Promosi Kesehatan (PPK). Selain mahasiswa, kegiatan juga didampingi oleh tiga dosen pendamping dan dua asisten, sehingga total peserta mencapai 44 orang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan konsep teoritis yang dipelajari di ruang kelas dengan kondisi nyata yang dihadapi di lapangan.

Di PT Madubaru, mahasiswa mempelajari berbagai aspek penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan pada industri manufaktur gula dan spiritus. Selama kunjungan, peserta mengamati secara langsung tahapan proses produksi, mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat muncul di lingkungan kerja, serta mempelajari berbagai strategi pengendalian risiko yang diterapkan perusahaan. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai pentingnya pelaksanaan promosi kesehatan di tempat kerja sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.

Pembelajaran lapangan kemudian dilanjutkan di Eduwisata Gerabah Kasongan yang mewakili sektor industri informal. Pada lokasi ini, mahasiswa mengkaji berbagai tantangan kesehatan kerja yang dihadapi para perajin gerabah, termasuk paparan debu, suhu panas, serta risiko ergonomi akibat aktivitas produksi yang masih banyak dilakukan secara manual. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai perbedaan karakteristik risiko antara sektor formal dan informal, sekaligus memperlihatkan pentingnya pendekatan kesehatan masyarakat yang adaptif sesuai konteks lingkungan kerja.

Selain mengidentifikasi faktor risiko kesehatan dan keselamatan, mahasiswa juga mempelajari strategi promosi kesehatan melalui edukasi, komunikasi risiko, serta pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kesadaran pekerja dalam menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan aktivitas produksi.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui peningkatan pemahaman mengenai upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerja. SDG 4 Pendidikan Berkualitas tercermin dari pelaksanaan pembelajaran berbasis pengalaman yang memperkaya kompetensi mahasiswa melalui observasi langsung di lapangan. SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi didukung melalui pemahaman mengenai pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, dunia industri, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan pendidikan serta peningkatan kualitas kesehatan kerja yang berkelanjutan. (Kontributor: Zilfani Fuadiyah Haq).