FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Naura Shafa Mardiana, mengikuti kegiatan magang klinik di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung pada September hingga November 2025 tersebut menjadi sarana bagi Naura untuk mengenal secara langsung dinamika pelayanan kesehatan sekaligus menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik kedokteran di lingkungan rumah sakit.
Selama menjalani magang, Naura mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran klinis di bawah arahan dokter pembimbing dan tenaga kesehatan. Kegiatan tersebut mencakup observasi tindakan medis, visite bangsal, diskusi kasus, pengamatan kegiatan di ruang operasi, serta bimbingan ilmiah. Dari rangkaian pengalaman tersebut, Naura mendapatkan gambaran mengenai proses pelayanan pasien secara lebih utuh, mulai dari anamnesis dan pemeriksaan fisik hingga proses penegakan diagnosis serta pertimbangan dalam menentukan tatalaksana.
Interaksi langsung dengan lingkungan klinis menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Pengetahuan yang sebelumnya diperoleh melalui perkuliahan dapat ditempatkan dalam konteks kasus nyata sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga melihat bagaimana pengetahuan tersebut digunakan dalam proses pelayanan pasien
Kegiatan magang juga memperkenalkan Naura pada pentingnya kolaborasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan. Selama berada di rumah sakit, ia berinteraksi dengan dokter, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya yang memiliki peran berbeda dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang terbangun di antara anggota tim kesehatan.
Seperti halnya proses pembelajaran di lingkungan klinis pada umumnya, pelaksanaan magang juga menghadirkan sejumlah tantangan. Padatnya pelayanan rumah sakit membuat waktu observasi pada beberapa tindakan medis menjadi terbatas. Naura juga perlu beradaptasi dengan sistem kerja klinis, alur administrasi, serta dinamika masing-masing departemen. Pada tahap awal, penyesuaian terhadap pembagian tugas dan pola komunikasi dalam tim medis menjadi pengalaman tersendiri.
Pengalaman magang tersebut turut mendukung pengembangan kompetensi yang menjadi bagian dari capaian pembelajaran lulusan Program Studi Kedokteran FK-KMK UGM. Dari sisi keilmuan, Naura mendapatkan pengalaman menerapkan penalaran klinis dan mengintegrasikan teori dengan praktik. Sementara dari aspek tanggap sosial dan budaya, interaksi dengan pasien memberikan pemahaman mengenai pentingnya empati, penghormatan terhadap latar belakang pasien, serta penerapan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pembentukan calon tenaga kesehatan yang memahami pelayanan berorientasi pada pasien, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman pembelajaran klinis yang kontekstual dan pengembangan kompetensi mahasiswa. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum, S.Psi).




