FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam penyelenggaraan Gebyar Husada Sembada 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai upaya menghadirkan layanan kesehatan promotif, preventif, dan edukatif di ruang publik. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari 5-7 Mei 2026 di Atrium Shinta Sleman City Hall.
FK-KMK UGM menghadirkan seminar bertajuk “Anak Tumbuh Sehat, Tumbuh Hebat: Kunci Emas di Lima Tahun Pertama” pada hari kedua kegiatan. Seminar menghadirkan Dr. rer. nat. dr. Bernadette Josephine Istiti Kandarina dan dr. Bagas Suryo B., Ph.D. yang membahas pentingnya optimalisasi masa emas balita serta penerapan rumah bebas asap rokok sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Selain seminar, FK-KMK UGM juga membuka booth edukasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dikemas secara komunikatif dan interaktif sehingga pengunjung dapat memahami dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan dengan lebih mudah.
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat minat Gizi dan Kesehatan FK-KMK UGM turut mengambil peran aktif dalam keseluruhan rangkaian kegiatan. Mereka terlibat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) sekaligus penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Gebyar Husada Sembada 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menghadirkan berbagai layanan yang menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Berbagai layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan, seminar edukasi, skrining kesehatan jiwa menggunakan metode Heart Rate Variability (HRV), pemantauan tumbuh kembang anak, konsultasi kesehatan, hingga promosi perilaku hidup sehat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Selain kegiatan yang berlangsung di lokasi utama, rangkaian acara juga diperkuat melalui aksi sosial bersama BAZNAS Kabupaten Sleman berupa khitanan massal dan operasi katarak gratis bagi masyarakat.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan layanan promotif, preventif, dan deteksi dini bagi masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat serta pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa. SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan tercermin dari optimalisasi ruang publik sebagai media pelayanan kesehatan yang inklusif. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, organisasi, dan masyarakat. (Kontributor: Tri Setia Candra Kartika).




