FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam penyelenggaraan 9th Biennial Scientific Meeting (BSM) Indonesian Health Economics Association (InaHEA) 2026. Kegiatan yang mengusung tema “From Evidence to Action: Digital-Driven Efficiency for Resilient and Sustainable Health System” ini diselenggarakan oleh Indonesian Health Economics Association (InaHEA) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman pada 23–25 Juli 2026 di Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto.
Tema yang diangkat pada BSM InaHEA 2026 menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan sekaligus membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan demografi, meningkatnya beban penyakit, hingga perkembangan teknologi kesehatan. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkaya wawasan sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi.
Agenda dimulai dengan workshop pra-BSM yang membahas isu-isu metodologi dan pengembangan kapasitas penelitian, kemudian dilanjutkan dengan sesi keynote speaker yang menghadirkan pakar di bidang ekonomi kesehatan. Selain itu, forum juga menyelenggarakan diskusi pleno mengenai tantangan kebijakan kesehatan serta sesi presentasi oral yang menjadi wadah bagi para peneliti untuk memaparkan hasil penelitian dan memperoleh masukan dari peserta lain.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan sistem kesehatan yang lebih berkualitas, efisien, dan berkelanjutan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan mendorong peningkatan kapasitas akademisi, peneliti, dan mahasiswa melalui pertukaran ilmu pengetahuan. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital dan inovasi berbasis data dalam pengembangan sistem kesehatan. Kolaborasi yang terjalin antarakademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi kesehatan juga mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mewujudkan transformasi sistem kesehatan berbasis bukti ilmiah. (Kontributor: Fajrul Falah dan Faozi Kurniawan).




