FK-KMK UGM Tingkatkan Kesiapan Klinis Koas melalui Latihan OSCE di RSA UGM

FK-KMK UGM. Mahasiswa Profesi Dokter (Koas), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan Latihan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan klinis mahasiswa menghadapi ujian kompetensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Maret 2026 di Ruang 502 Lantai 5 Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), dengan melibatkan 23 mahasiswa profesi dari kelompok 25301–25302 yang mengikuti rangkaian latihan berbasis keterampilan klinis.

Latihan OSCE ini dirancang sebagai simulasi terstruktur yang mereplikasi kondisi ujian sesungguhnya, sehingga mahasiswa dapat mengasah kemampuan teknis sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. Dalam pelaksanaannya, peserta memanfaatkan berbagai alat simulasi klinis, seperti manikin Bantuan Hidup Dasar (BHD), sungkup, manikin resusitasi neonatus, serta perangkat imunisasi dan contoh vaksin. Pendekatan skill-based learning yang diterapkan memungkinkan mahasiswa untuk berlatih secara langsung dalam skenario klinis yang relevan dengan praktik pelayanan kesehatan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk menguasai prosedur klinis, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi dengan pasien, serta pengambilan keputusan yang tepat dalam situasi kegawatdaruratan. Latihan ini menjadi penting mengingat OSCE merupakan salah satu metode evaluasi utama dalam pendidikan kedokteran yang menilai kompetensi klinis secara komprehensif.

Dengan adanya latihan OSCE ini, diharapkan mahasiswa profesi FK-KMK UGM semakin siap secara akademik maupun mental dalam menghadapi ujian kompetensi, sekaligus mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas kepada masyarakat di masa mendatang.

Latihan OSCE yang diselenggarakan oleh mahasiswa profesi FK-KMK UGM menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan klinis, kepercayaan diri, dan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi ujian serta praktik kedokteran. Pembelajaran berbasis simulasi ini memperkuat kualitas pendidikan kedokteran yang berorientasi pada keselamatan pasien dan pelayanan kesehatan yang optimal.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas calon tenaga kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan medis, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam penerapan metode pembelajaran berbasis praktik yang mendorong penguasaan keterampilan klinis secara optimal, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pemanfaatan fasilitas pendidikan dan kolaborasi antar mahasiswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan kesehatan. (Kontributor: Muhammad N. Afif).