FK-KMK UGM Selenggarakan Workshop Nutritional Life Cycle Assessment untuk Mendukung Pola Makan Berkelanjutan

FK-KMK UGM. Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Nutritional Life Cycle Assessment (nLCA) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kapasitas akademisi, peneliti, praktisi, serta masyarakat dalam mengintegrasikan aspek gizi dan lingkungan pada sistem pangan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 2–3 Maret 2026, ini menghadirkan berbagai materi dan praktik terkait penilaian dampak lingkungan produk serta penerapan konsep keberlanjutan dalam bidang gizi dan kesehatan.

Workshop dibuka dengan sambutan Ketua PKGM FK-KMK UGM, Prof. Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes., yang menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat di masa depan. Pada hari pertama, peserta memperoleh materi dari Lala Sri Fadila, S.Gz., MPH., dosen Universitas Jenderal Soedirman, mengenai konsep dasar Life Cycle Assessment (LCA).

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami LCA sebagai metode untuk menghitung total dampak lingkungan suatu produk sepanjang siklus hidupnya, mulai dari proses produksi bahan baku hingga penggunaan akhir oleh konsumen. Melalui pemaparan dan diskusi interaktif, peserta memperoleh wawasan bahwa berbagai produk sehari-hari memiliki jejak karbon yang sering kali tidak disadari oleh masyarakat.

Materi berikutnya membahas konsep Functional Unit dan System Boundaries. Peserta dikenalkan pada pentingnya mempertimbangkan fungsi suatu produk dalam analisis dampak lingkungan. Studi kasus perbandingan antara lampu LED dan lampu pijar menunjukkan bahwa penilaian dampak lingkungan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan jumlah produk, tetapi juga harus mempertimbangkan masa pakai dan manfaat yang dihasilkan. Selain itu, peserta mempelajari batas sistem yang digunakan untuk menentukan ruang lingkup proses yang dianalisis dalam LCA.

Pada sesi terakhir hari pertama, peserta mendalami konsep Nutritional Life Cycle Assessment (nLCA), yaitu metode yang mengintegrasikan kualitas gizi ke dalam penilaian dampak lingkungan. Melalui studi kasus minuman ringan berbahan dasar air dan gula, peserta memahami bahwa produk dengan jejak karbon rendah belum tentu memberikan manfaat gizi yang memadai. Pendekatan nLCA memungkinkan penilaian yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan nilai nutrisi sekaligus dampak lingkungannya.

Kegiatan berlanjut pada hari kedua dengan sesi praktik menggunakan perangkat lunak openLCA. Peserta melakukan simulasi analisis siklus hidup pada sebuah laptop, mulai dari penentuan tujuan analisis, penyusunan inventori data, hingga interpretasi hasil. Selanjutnya, peserta melakukan latihan nLCA pada produk pangan berupa susu sapi dan susu oat untuk membandingkan dampak lingkungan serta kontribusi nutrisinya. Praktik ini memberikan pengalaman langsung dalam mengoperasikan perangkat lunak dan menerapkan konsep yang telah dipelajari.

Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Siti Helmyati memaparkan perkembangan riset terkini mengenai Sustainable Healthy Diets atau pola makan sehat berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa pola makan berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada kesehatan individu, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan, keterjangkauan, keadilan, keamanan pangan, dan penerimaan budaya. Berbagai hasil penelitian dari sejumlah negara menunjukkan bahwa faktor budaya, akses informasi, dan kebiasaan masyarakat menjadi tantangan utama dalam penerapan pola makan sehat berkelanjutan.

Prof. Helmyati juga menjelaskan sejumlah penelitian yang telah dilakukan di Indonesia terkait pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap pola makan berkelanjutan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dan pendekatan partisipatif untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola konsumsi yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 2 Tanpa Kelaparan diwujudkan melalui penguatan pengetahuan mengenai sistem pangan yang mampu menyediakan makanan bergizi secara berkelanjutan bagi masyarakat. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera didukung melalui pengembangan pendekatan yang mengintegrasikan aspek kesehatan dan gizi dalam pemilihan serta konsumsi pangan. SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab tercermin dalam upaya mendorong pengambilan keputusan yang mempertimbangkan dampak lingkungan dan nilai gizi produk secara bersamaan, sehingga mendukung pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. (Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz).